Seorang Pemuda Stress Mengamuk Menembakkan Senjata di Sebuah Mall di AS

0 56

OMAHA, Nebraska – Seorang pemuda dengan menggunakan sebuah senapan mesin melepaskan tembakan di sebuah pusat perbelanjaan yang sibuk, mengakibatkan delapan tewas dan lima cedera termasuk dua parah.

Dalam kejadian yang berlaku Rabu (5/12), orang yang sedang sibuk berbelanja lari berhamburan sambil menjerit-jerit sementara sebagian lainnya bersembunyi di ruang ganti.

Penembak kemudiannya menembak dirinya sendiri setelah meninggalkan catatan bertulis: “Kini saya jadi terkenal”.

Para saksi memberitahu, lelaki tersebut melepaskan tembakan acak ke arah orang banyak dari balkon lantai tiga gedung Von Maur menggunakan senapan tempur SKS yang ditemukan di tempat kejadian.

“Tubuh saya menggeletar. Saya tidak tau apa yang mau dilakukan, jadi saya ikut lari seperti orang lain,” kata Kevin Kleine, 29, yang sedang berbelanja bersama anak perempuannya yang berusia empat tahun.

Katanya, dia bersembunyi bersama-sama lima yang lain di dalam ruang ganti.

Polisi menemukan korban pertama di lantai dua dan beberapa orang yang lain berhampiran dengan pusat pelayanan pelanggan di lantai tiga.

Penembak tersebut dikenal pasti sebagai Robert A. Hawkins, 19, ditemui mati di tingkat tiga akibat tembakan sendiri.

Ketua Polis Omaha, Thomas Warren berkata, tembakan dilepaskan secara acak tetapi tidak menyatakan motif serangan.

Hawkins disingkirkan oleh keluarganya setahun yang lalu dan tinggal dengan keluarga kawannya di Bellevue yang terletak antara Pangkalan Tentera Udara Offutt dan Sungai Missouri, kata Debora Maruca-Kovac, seorang perawat yang bertanggungjawab menjaga Hawkins sejak setahun lalu.

“Ketika pertama kali dia datang ke rumah, dia menghadapi masalah psikologi, anak muda bermasalah seperti anak anjing yang sesat dan terbiar,” jelasnya.

Maruca-Kovac berkata, Hawkins yang sebelum ini bertugas di restoran McDonald, baru saja dipecat minggu lalu.

Katanya, lelaki itu menelponnya pada pukul 1 sore kemarin memberitahu ada nota yang ditinggalkan di kamar tidur.

Dalam nota tersebut jelasnya, Hawkins meminta maaf dan tidak mau menjadi beban bagi keluarganya.

Mickey Vickory yang bekerja di lantai tiga Von Maur berkata, dia mendengar bunyi tembakan pada pukul 1.50 petang.

Katanya, dia bersama beberapa teman sekerja bersembunyi di belakang lemari pakaian dan keluar setengah jam kemudian setelah diarahkan polisi. (fad/uts)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya