Kapal "Israel" kembali berlayar setelah meledak misterius

0 144

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Sebuah kapal kargo milik “Israel” yang mengalami ledakan misterius minggu lalu telah meninggalkan pelabuhan Dubai dan sedang transit di Teluk Oman pada Rabu (3/3/2021), data pelacakan satelit menunjukkan. Serangan yang diduga didalangi Iran itu telah meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

MV Helios Ray raksasa, kapal kargo kendaraan berbendera Bahama, berlayar di sepanjang pantai Oman menuju Laut Arab, menurut data pelacakan satelit dari situs web MarineTraffic.com, beberapa hari setelah berlabuh di Dubai untuk perbaikan. Dalam semalam, kapal melewati Selat Hormuz yang strategis, mulut sempit Teluk tempat sepertiga dari semua minyak yang diperdagangkan melalui laut mengalir. Tujuannya masih belum jelas.

Minggu lalu, ledakan menghantam kapal kargo di jalur air yang sama, meningkatkan peringatan tentang keamanan kapal di Timur Tengah. Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu menuduh musuh regionalnya, Iran, menyerang kapal tersebut. Iran dengan cepat membantah tuduhan itu.

Ketegangan antara Iran dan Barat telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir ketika Iran mempercepat program nuklirnya, berusaha menekan Amerika Serikat untuk memberikan keringanan sanksi yang diterimanya di bawah kesepakatan nuklir 2015 yang compang-camping dengan kekuatan dunia. Dalam kebuntuan saat ini, masing-masing pihak mendesak pihak lain terlebih dahulu untuk kembali ke kesepakatan, yang ditinggalkan mantan Presiden Donald Trump hampir tiga tahun lalu.

Masih belum jelas apa yang menyebabkan ledakan tersebut, yang dilaporkan membuat dua lubang di sisi kiri kapal dan dua di sisi kanan kapal, tepat di atas garis air. Insiden itu kembali menguak kejadian serupa pada musim panas 2019, ketika militer AS menyalahkan Iran atas serangkaian dugaan serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk.

Angkatan Laut menuduh bahwa Iran menggunakan ranjau limpet – yang dirancang untuk dipasang secara magnetis ke lambung kapal – untuk menyerang beberapa kapal. Iran membantah peran dalam serangan yang dicurigai itu. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya