Azerbaijan: Semua tawanan Armenia telah dibebaskan

0 320

BAKU (Arrahmah.com) – Sesuai dengan kewajibannya, Azerbaijan telah membebaskan semua tawanan perang ke pihak Armenia, Menteri Luar Negeri Ceyhun Bayramov mengatakan dalam jumpa pers menyusul pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Swedia yang sedang berkunjung, Ketua OSCE Ann Linde.

“Sikap Azerbaijan tentang masalah ini sangat terbuka dan jelas. Sesuai dengan pernyataan trilateral [9 November tahun lalu] kami membebaskan semua orang yang ditawan selama operasi militer [di Karabakh] dan sebelumnya kepada pihak Armenia,” kata Bayramov, seperti dilansir AMN (15/3/2021).

Dia menekankan bahwa Azerbaijan telah mulai membebaskan tawanan perang lebih awal daripada Armenia, ketika permusuhan masih berlangsung.

Adapun personel militer Armenia yang masih ditahan Azerbaijan saat ini, Bayramov mengatakan mereka tidak bisa dianggap sebagai tawanan perang, karena ditahan bukan pada saat operasi tempur.

“Orang-orang ini ditangkap lama kemudian, ketika operasi tempur telah berakhir dan pernyataan trilateral sudah ditandatangani. Lebih tepatnya, pada 26 November 2020. Mereka telah direkrut menjadi tentara di wilayah Shirak di Armenia dan dikirim ke Karabakh, di mana mereka melakukan kejahatan yang mengakibatkan kematian prajurit militer dan warga sipil Azerbaijan. Mereka terus diselidiki,” kata Bayramov.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan pada 9 November tahun lalu menandatangani pernyataan bersama tentang penghentian total permusuhan di Karabakh. Berdasarkan pengaturan tersebut, pasukan Azerbaijan dan Armenia berhenti pada posisi yang mereka pegang saat ini.

Sejumlah distrik dipindahkan ke kendali Baku dan penjaga perdamaian Rusia dikerahkan di sepanjang garis pertempuran dan koridor Lachin. Pada 11 Januari, Putin, Aliyev, dan Pashinyan bertemu lagi di Moskow. Pernyataan bersama ditandatangani tentang pembentukan kelompok kerja trilateral di tingkat wakil perdana menteri untuk membuka blokir semua hubungan ekonomi dan transportasi di wilayah tersebut. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya