Bareskrim Mabes Polri selidiki Jozeph Paul Zhang yang mengaku nabi ke-26

0 366

JAKARTA (Arrahmah.com) – Bareskrim Mabes Polri melakukan penyelidikan terkait Jozeph Paul Zhang yang telah melakukan penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Agus Andrianto mengatakan bahwa pihaknya tengah mendalami dokumen penyelidikan atas Jozeph.

“Sedang didalami, lengkapi dokumen penyidikannya,” kata Agus pada Ahad (18/4/2021), sebagaimana dilansir Antara.

Berdasarkan data perlintasan Imigrasi, Jozeph Paul Zhang telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018. Namun, lanjut Agus, hal itu tidak menghalangi pihaknya untuk melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penistaan agama tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan Imigrasi dengan baik. Data yang bersangkutan (Jozeph Paul Zhang) meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 dan tercatat belum kembali,” ujar Agus.

Menurut Agus, Jozeph sengaja membuat video tersebut untuk memancing kemarahan warga Indonesia, khususnya umat Islam.

“Dia tahu akhir-akhir ini banyak warga Indonesia gampang sekali marah. Ngomonglah seperti di video yang viral. Semoga hari kemarin enggak banyak yang batal puasanya,” kata Agus.

Agus juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas video pelecehan agama yang telah diunggah oleh Jozeph.

Dia juga mengimbau agar masyarakat yang tengah menjalani ibadah puasa tidak terprovokasi dan mendoakan kebaikan-kebaikan untuk bangsa Indonesia, kemudian meyakini bahwa setiap perbuatan tercela akan mendapat ganjaran dari Allah.

“Hakikatnya puasa salah satunya menahan diri dari segala sesuatu, cara manusia merespons atas sesuatu yang terjadi menunjukkan kualitas diri tiap insan,” pungkas Agus.

Pada Sabtu (17/4), Jozeph membuka forum diskusi zoom bertajuk “Puasa Lalim Islam”. Dalam forum tersebut Jozeph menyinggung ibadah puasa yang saat ini tengah dijalani oleh umat Islam, dia bahkan melecehkan Allah SWT dengan menyebut Allah sedang dikunci di Ka’bah.

Tidak hanya itu, Jozeph juga mengaku sebagai nabi ke-26 dan menantang siapa saja yang dapat melaporkan dirinya ke kepolisian terkait penistaan agama yang sudah dilakukannya. (rafa/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya