Trauma dengan Perang, Tentara Zionis Bakar Diri

0 679

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Seorang mantan tentara zionis “Israel” berusia 26 tahun membakar diri sendiri akibat menderita stres setelah ikut dalam Perang Gaza pada 2014 lalu.

Tentara tersebut bernama Itzik Saidian. Dia disebut datang ke sebuah yayasan khusus menangani tentara korban perang di dekat Tel Aviv dan menyiram dirinya dengan cairan mudah terbakar dan menyalakan api.

“Itu karena tekanan psikologis yang signifikan,” kata militer ‘Israel’ pada Selasa (13/4).

Saidian segera dilarikan ke unit perawatan intensif Rumah Sakit Tel Hashomer, dekat Tel Aviv, setelah kejadian berlangsung. Ia berada dalam kondisi kritis dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Insiden pembakaran Saidian terjadi pada malam Peringatan “Israel” untuk veteran perang. Kejadian itu memicu kontroversi mengenai dukungan pemerintah terhadap tentara korban perang, terutama yang mengalami dampak psikologis dan jarang diperhatikan.

Saidian diketahui menderita post-traumatic stres disorder (PTSD) akibat pengabdiannya selama perang antara “Israel” dan kelompok Hamas, Palestina, di Jalur Gaza pada 2014 lalu.

Sekitar 2.250 orang Palestina dilaporkan tewas dalam perang itu, sebagian besar merupakan warga sipil. Dari sisi “Israel”, sebanyak 74 orang yang sebagian besar merupakan tentara tewas dalam perang tersebut.

“Dia kerap melihat hal-hal mengerikan dan tidak ada yang merawatnya,” kata saudara laki-laki Saidian, Avi Saidian seperti dikutip AFP.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan ia sangat terkejut dan bertekad untuk melakukan reformasi total dalam cara kita merawat para veteran yang lumpuh dan terluka.

Sementara itu, Menteri Pertahanan “Israel”, Benny Gantz mengumumkan akan membuka penyelidikan untuk mengetahui motif peristiwa tragis ini.

Ia juga berjanji untuk secara substansial meningkatkan perhatian terhadap tentara yang menderita gangguan psikis pasca-perang.

“Israel” menerapkan wajib militer terhadap para pemuda mulai 18 tahun. Warga perempuan wajib menjalani wajib militer selama dua tahun, sementara pria selama dua tahun enam bulan.

(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya