Pemimpin Hindu Radikal : "Kami Akan Keluarkan Bayi Dari Rahim Ibu Muslim Dan Bunuh Mereka"

0 687

NEW DELHI (Arrahmah.com) — Thakur Senghan Chauhan, pemimpin kelompok Hindu radikal Karni Sena, mengeluarkan pernyataan rasialis yang mengundang kecaman di India. Sambil diiringi teriakan Jai Shree Ram, dia sesumbar akan menyerang warga muslim dan membunuhi mereka.

“Jika seorang Hindu dicakar apalagi ditembak atau diserang, kami akan masuk ke rumah (Muslim) mereka dan mengeluarkan bayi dari rahim wanita mereka dan membunuh mereka,” kata Chauhan ketika diwawancara seorang jurnalis di depan kamera, lansir Clarion India (9/6/2021).

Video rekaman ini menjadi viral di berbagai media sosial di India.

Diduga video ini terjadi dua bulan lalu ketika kasus anak Muslim yang minum air di kuil Hindu menjadi berita hangat di India.

Ketika video itu kembali beredar di media sosial, banyak warga marah dan melaporkan Senghan Chauhan ke kantor Polisi Gahziabad pada Rabu (9/6).

Video itu muncul di tengah-tengah kemarahan besar-besaran warga terhadap kasus Mahapanchayat (ket: pertemuan agama Hindu) yang diadakan di wilayah Mewat Haryana.

Mahapanchayat ini mengundang reaksi karena dilakukan untuk mendukung mereka yang dituduh membunuh seorang pelatih gym Muslim, Asif Khan. Sejumlah pemimpin Hindu berpidato di pertemuan itu dan menyampaikan pidato penuh kebencian terhadap Muslim.

Saat berpidato di hadapan 50.000 orang, seorang pemuka Hindu radikal meminta “umat Hindu sejati” untuk mengangkat tangan. Dia menyebut Muslim sebagai orang Pakistan. Dia mengatakan bahwa Asif Khan dibunuh karena perbuatannya. Dia pun membuat klaim yang tidak berdasar bahwa Asif biasa mengklik gambar telanjang wanita Hindu. “Haruskah kita tidak membunuh mereka? Muslim bukan saudara kita,” tambahnya.

Setelah media melaporkan tentang pidato yang dibuat pada pertemuan itu, polisi Haryana mengklaim bahwa mereka telah membuka penyelidikan untuk melihat isi dari pidato tersebut.

“Kami telah mengetahui video viral ini dan kami akan mengambil tindakan,” kata Inspektur Polisi distrik Narendra Bijarniya kepada NDTV. (hanoum/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya