Pakistan meradang, AS sinis soal proyek ekonomi raksasa Cina

0

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Pakistan menuduh AS berkolusi dengan saingan lamanya, India, untuk menyabotase proyek Koridor Ekonomi Cina Pakistan (CPEC) bernilai miliaran dolar.

Tuduhan langsung yang langka ini datang dari kepala otoritas CPEC lokal, Khalid Mansoor, yang juga asisten khusus Perdana Menteri Imran Khan, pada sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Institut Administrasi Bisnis bergengsi di ibukota bisnis Karachi, lansir harian Dawn pada Minggu (24/10/2021).

Washington telah lama keberatan dengan proyek senilai $64 miliar, menyebutnya sebagai “jebakan utang” bagi Pakistan. Tetapi kali ini, untuk pertama kalinya Islamabad bereaksi secara blak-blakan.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

New Delhi, musuh bebuyutan Beijing dan Islamabad, juga menentang proyek tersebut, yang merupakan bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) besutan Beijing yang ambisius, memandangnya bertentangan dengan kepentingan strategisnya di kawasan itu.

“Dari sudut pandang situasi geostrategis yang muncul, satu hal yang jelas: Amerika Serikat yang didukung oleh India bertentangan dengan CPEC. Mereka tidak akan membiarkan proyek itu berhasil. Di situlah kami harus mengambil sikap,” papar Mansoor seperti dikutip.

Mansoor menegaskan bahwa upaya untuk melemahkan pengaruh strategis Beijing di kawasan itu tidak akan berhasil.

Barat, lanjutnya, memandang CPEC sebagai simbol ambisi politik Cina.

“Itulah alasan mengapa CPEC dipandang mencurigakan oleh Amerika Serikat dan Eropa… Mereka lebih melihat CPEC sebagai langkah Cina untuk memperluas pengaruh politik, strategis, dan bisnisnya,” tambah Mansoor.

Islamabad, katanya, telah membahas kemungkinan inklusi Afghanistan dalam CPEC dengan pemerintah Taliban, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk tanggapan Kabul.

Ditandatangani pada tahun 2015, CPEC bertujuan untuk menghubungkan provinsi Xinjiang barat laut yang penting dan strategis di Cina ke pelabuhan Gwadar di Pakistan selatan, melalui jaringan jalan, kereta api, dan pipa untuk mengangkut kargo, minyak, gas, dan sumber daya alam lainnya. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah