Mullah Hassan Akhund: Taliban tidak akan campuri urusan internal negara lain

0 359

KABUL (Arrahmah.com) – Penjabat perdana menteri Afghanistan berjanji pada Sabtu (27/11/2021) bahwa pemerintah yang dipimpin Taliban tidak akan ikut campur dalam urusan internal negara-negara asing.

Mullah Mohammad Hassan Akhund juga mendesak badan amal internasional untuk terus menawarkan bantuan ke negara yang dilanda perang menjelang pertemuan minggu depan antara Amerika Serikat dan Taliban di Doha.

Pesan itu datang selama pidato pidato audio Hassan di televisi pemerintah, yang merupakan pidato pertamanya sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus, lansir Daily Sabah.

“Kami meyakinkan semua negara bahwa kami tidak akan ikut campur dalam urusan internal mereka dan kami ingin memiliki hubungan ekonomi yang baik dengan mereka,” kata Mullah Hassan akhund dalam pidato hampir 30 menit yang muncul di tengah kritik di media sosial karena tetap diam sejak mereka mengambil alih kekuasaan, bahkan ketika bangsa menghadapi tantangan berat.

Taliban merebut kekuasaan pada 15 Agustus setelah menggulingkan pemerintah yang didukung AS sebelumnya, ketika Washington buru-buru menarik pasukannya dari negara itu setelah perang 20 tahun.

Pemerintahan Taliban sebelumnya digulingkan dalam invasi pimpinan AS setelah serangan 9/11 di AS yang dilakukan oleh Al-Qaeda, yang pendirinya Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, tinggal di Afghanistan pada saat itu.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

Mullah Hassan adalah seorang veteran Taliban yang merupakan rekan dekat dan penasihat politik Mullah Umar, pendiri gerakan dan pemimpin tertinggi Taliban.

Dikatakan berusia 60-an, Mullah Hassan menjabat sebagai menteri luar negeri dan wakil perdana menteri dalam rezim gerakan sebelumnya antara 1996-2001.

Dia ditempatkan dalam daftar sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terkait dengan “tindakan dan kegiatan” Taliban.

Pemerintahan Mullah Hassan menghadapi serangkaian tantangan, khususnya menghidupkan kembali ekonomi negara yang bobrok yang telah dikeringkan dari bantuan internasional, yang dulunya merupakan 75% dari anggaran nasional di bawah pemerintah yang didukung AS sebelumnya.

“Kami meminta semua organisasi amal internasional untuk tidak menahan bantuan mereka dan membantu bangsa kami yang kelelahan, sehingga masalah rakyat dapat diselesaikan,” ujar Mullah Hassan dalam pidatonya.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

Banner Donasi Arrahmah