Koalisi Saudi serang bandara Sana'a

0 266

SANA’A (Arrahmah.com) – Pasukan koalisi yang dipimpin Saudi telah melakukan serangan udara di sebuah bandara di ibu kota Yaman Sanaa pada Senin (20/12/2021).

Koalisi mengklaim bahwa fasilitas tersebut digunakan untuk melancarkan serangan lintas batas, lansir BBC.

Yaman telah dilanda perang antara pemberontak Syiah Houtsi dan pemerintah sejak 2014.

Pasukan pemberontak telah menguasai bandara selama beberapa tahun. Bandara ini menjadi pusat operasi kemanusiaan yang dipimpin oleh PBB.

Koalisi dilaporkan mendesak pekerja bantuan PBB untuk mengevakuasi daerah itu sebelum serangan dilakukan, menurut media pemerintah Saudi.

Mereka mengklaim bahwa serangan itu ditujukan pada sejumlah situs yang dianggap sebagai target militer yang sah.

Serangan itu mengenai enam sasaran, kata juru bicara Brigadir Jenderal Turki al-Maliki, termasuk area yang digunakan untuk meluncurkan serangan drone, melatih personel drone, menampung pelatih dan peserta pelatihan, dan menyimpan drone.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

“Menghancurkan target ini tidak akan berdampak pada kapasitas operasional bandara, dan tidak akan memengaruhi pengelolaan wilayah udara, lalu lintas udara, dan operasi penanganan darat,” kata Jenderal Turki al-Malki dalam sebuah pernyataan.

Tidak ada pihak yang merilis rincian mengenai tingkat kerusakan yang disebabkan oleh serangan atau target spesifik mana yang terkena.

Yaman, negara termiskin di Dunia Arab, telah menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia sejak perang pecah.

Pertempuran telah meningkat di negara itu dalam beberapa bulan terakhir.

Pasukan pemberontak telah menargetkan pusat kota Marib dan kota pesisir Hudaidah, sementara koalisi telah meningkatkan serangan udara di Sana’a dan daerah-daerah lainnya yang dikuasai pemberontak.

Koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi di Yaman pada 2015 setelah pemberontak Houtsi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dari Sana’a.

Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang sejak pecah dan telah menjadi perang proksi antara kekuatan regional yang bersaing. (haninmazaya/arrahmah.com)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah