Cegah Pakistan Bangun Pagar Perbatasan, Taliban Kerahkan Pasukan Elit

0 710

KABUL (Arrahmah.id) — Taliban mengerahkan pasukan komando elit Badri-313 ke perbatasan Afghanistan dengan Pakistan. Kelompok itu meningkatkan pertahanannya untuk mencegah pasukan Pakistan menyelesaikan pagar di Garis Durand sepanjang 2.670 km.

Sesuai video yang muncul di media sosial pada Rabu (12/1/2022), konvoi pasukan komando Badri terlihat menuju Distrik Boldak di Provinsi Kandahar, yang terletak di sepanjang perbatasan Pakistan.

Syed Azeem Agha, mantan pejuang Taliban yang berbasis di Kandahar, seperti dilansir Sputnik (12/1), bahwa para pejuang Taliban sekarang dikerahkan di lebih dari 30 pos perbatasan yang baru dibangun di sepanjang Garis Durand.

Panglima Militer Taliban Qari Fasihuddin sekali lagi meminta Pakistan menghentikan proses pembangunan pagar di Garis Durand yang sedang berlangsung.

Fasihuddin juga menunjukkan dalam sambutannya bahwa tentara Taliban sekarang terdiri dari lebih dari 80.000 personel terlatih.

Selama kunjungan yang dipublikasikan ke perbatasan Af-Pak bulan lalu, Fasihuddin menggambarkan Garis Durand sebagai perbatasan “hipotetis”.

Terlepas dari hubungan hangat antara Taliban dan Pakistan, masalah pagar Garis Durand oleh Pakistan telah menciptakan gesekan dalam hubungan bilateral.

Beberapa video yang muncul di media sosial selama dua bulan terakhir menunjukkan para pejuang Taliban mencabut pagar yang baru didirikan di provinsi perbatasan Nimroz, Nangahar dan Kunar.

Secara keseluruhan, 12 provinsi Afghanistan terletak di sepanjang Garis Durand.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

Taliban, seperti pendahulunya, telah menentang proses pembangunan pagar yang dipimpin Pakistan. Taliban berpendapat pagar akan memisahkan etnis Pashtun yang tinggal di kedua sisi perbatasan. Sebagian besar pejuang Taliban serta para pemimpin seniornya adalah orang Pashtun juga.

Sesuai laporan badan penyiar lokal TOLO News, komandan senior Taliban Sanaullah Sangin memperingatkan pada 10 Januari bahwa kelompok Islam itu “tidak pernah menerima” Garis Durand sebagai perbatasan internasional. Sangin juga menuduh militer Pakistan melancarkan serangan mortir ke Provinsi Kunar terkait sengketa pagar.

“Anda telah melihat beberapa hari yang lalu bahwa mereka (militer Pakistan) menembakkan beberapa mortir. Sebagai tanggapan, kami menembakkan 32 mortir,” ujar dia.

Pernyataan para komandan Taliban datang hampir sepekan setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Taliban Abdul Qahar Balkhi menyatakan harapan bahwa masalah pagar akan diselesaikan melalui “saluran diplomatik”.

Terlepas dari keberatan berulang kali oleh Taliban, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan pada 3 Januari bahwa pembangunan pagar “akan terus” berlangsung.

“Afghanistan adalah negara kami yang bersaudara dan bersahabat. Beberapa pihak ingin mengangkat masalah ini secara tidak perlu, yang bukan merupakan kepentingan Pakistan,” papar Qureshi saat menjawab pertanyaan tentang masalah tersebut selama konferensi pers.

Juru bicara militer Pakistan Mayor Jenderal Babar Iftikhar mendukung pandangan Qureshi pekan lalu, saat dia bersumpah bahwa pagar akan selesai dan “akan tetap di tempatnya”. Bahkan ketika perbedaan antara Taliban dan Pakistan telah muncul karena perselisihan Garis Durand, Islamabad juga terus menjadi salah satu pendukung internasional utama Taliban.

Selama berbulan-bulan, pemerintah Perdana Menteri Imran Khan telah mendesak masyarakat internasional untuk bergerak menuju pengakuan terhadap Taliban guna mencegah bencana kemanusiaan yang akan segera terjadi karena pembekuan dana federal Kabul di lembaga keuangan yang berbasis di Amerika Serikat. (hanoum/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

Banner Donasi Arrahmah