Dua Bayi Meninggal Kedinginan, Pengungsi Suriah Bakar Baju Agar Tetap Hangat

0

IDLIB (Arrahmah.id) — Dua anak meninggal termasuk bayi berusia tujuh hari, di tenda-tenda kamp pengungsian di provinsi Idlib Suriah karena cuaca dingin yang parah pada Senin (31/1/2022)

“Ketika saya menyentuhnya, dia merasa seperti es,” kata Mohamad Al-Hassan kepada Al Jazeera.

Putrinya yang berusia tujuh hari, Fatima, meninggal di rumah sakit Al Rahman di Idlib, yang merupakan rumah bagi jutaan warga Suriah yang telah melarikan diri dari perang yang telah berlangsung selama satu dekade.

Dr Fadi Hallak dari rumah sakit Al-Rahman mengatakan bahwa Fatima membiru dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut pada saat dia sampai di rumah sakit.

“Dia lahir di sini seminggu yang lalu tanpa komplikasi,” kata Hallak kepada Al Jazeera. “Tapi dia, sayangnya, meninggal karena kedinginan dalam beberapa hari terakhir.”

Saat musim dingin tiba, warga Suriah yang mengungsi akibat perang tidak memiliki pilihan lain selain membakar pakaian agar menghangatkan diri mereka di kamp.

Angin kencang telah menumbangkan banyak tenda di provinsi barat laut Idlib, wilayah yang menampung sebagian besar pengungsi Suriah.

Pada malam hari, anak-anak berkumpul dan menyalakan api unggun menggunakan plastik, sepatu bekas, dan potongan kayu.

Jangan Lewatkan Besok Tayang !!!

Bahkan beberapa orang membakar pakaian mereka agar tetap hangat di suhu di bawah nol derajat.

Adnan al Ahmed, yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya di Hama delapan tahun lalu, mengatakan lebih dari 50 keluarga kehilangan tenda mereka akibat hujan salju lebat tahun ini.

Anak-anak harus diselamatkan dari tenda yang roboh, ujar dia.

Apalagi, jalan-jalan ditutup karena cuaca buruk dan anak-anak yang sakit tidak bisa dibawa ke rumah sakit, imbuh dia.

Suriah dilanda perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Kondisi orang-orang di Idlib memburuk ketika rezim Assad, yang didukung oleh Rusia dan Iran, melancarkan serangan ke provinsi tersebut, menyebabkan perpindahan besar-besaran.

Banyak orang tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka di tenda-tenda yang penuh sesak atau di tempat terbuka. (hanoum/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi M. Jibriel