HTS Tangkap 300 Pejuang Asing Dan Minta Mereka Meninggalkan Suriah

0

IDLIB (Arrahmah.id) — Kelompok pejuang pembebasan Suriah Hai’ah Tahrir Syam terus melakukan operasi penangkapan pejuang asing di wilayah Idlib, ungkap laporan dari Observatorium Suriah Untuk HAM (SOHR) (13/2/2022).

Kelompok Jabal Al Turkman dan Jundu al Sham yang dipimpin Muslim Abu Walid Al Shishani, menjadi titik awal penangkapan dan pengusiran pejuang asing okeh HTS yang digelar sejak Oktober tahun lalu.

Menurut SOHR, kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda seperti Hurras Al Din dan kelompok militan Non Suriah lainnya pun termasuk dalam target operasi ini.

Penangkapan dan pengusiran ini, menurut SOHR, terpaksa dilakukan sejalan dengan upaya HTS untuk kelaur dari cap kelompok teroris yang mencoba untuk lebih moderat dan berbasis Suriah saja.

Selama operasi, SOHR mencatat bahwa HTS telah menangkap sejumlah pimpinan dan pejabat syariah dari berbagai kelompok antara lain sebagaimana berikut: Abu Abul Rahman Al Makki, Abu Basir Al Dairi, Abu Hamzah Al Darawi, Abu Abdullah (pejabat syariah), Abu Musab Al Turki, Khallad Al Joufi (pemimpin media Hurras Al Din), Abu Zar Al Masri, Abu Al Baraa Al Tunisi, Abu Yahya Al Jazaery, Abu Rahma Al Tunsi (pejabat syariah), Abu Fatima Al Turki, Musa Al Sheshani.

Jangan Lewatkan Besok Tayang !!!

Selain mereka, lebih dari 20 pejabat syariah dan pemimpin militan non-Suriah, dan 250 pejuang asing ikut ditangkap dan diusir dari wilayah tersebut.

Menurut SOHR, HTS telah mengirim pesan kepada para pejuang asing non-Suriah yang berada di pusat kota di provinsi Idlib untuk segera kembali ke negeri asal mereka.

Pada tanggal 7 Februari, sumber SOHR bahwa dinas keamanan HTS mengirim pemberitahuan ke beberapa pejuang asing non-Suriah yang tergabung dalam Ansar Al-Fasa’el Al-Islamiyah Al- Mustaqillah untuk mengosongkan rumah yang mereka tinggali di kota Idlib.

Para pejuang asing ini sebelumnya menetap bersama keluarga mereka di rumah-rumah milik tentara pro-rezim di kota Idlib. Rumah-rumah ini telah diambil alih pasca kota Idlib direbut faksi gabungan Jaysh Al Fath pada tahun 2015.

Saat itu, pengadilan syariah faksi gabungan Jaysh Al Fath membagikan rumah-rumah ini kepada faksi-faksi yang berpartisipasi dalam pertempuran. (hanoum/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi M. Jibriel