Dinilai lakukan standar ganda, FIFA didesak agar jatuhkan sanksi yang sama kepada "Israel"

0 491

MESIR (Arrahmah.id) – Badan sepak bola dunia, FIFA dan UEFA secara resmi telah menjatuhkan berbagai hukuman dan sanksi kepada federasi sepak bola Rusia pada Selasa (1/3/2022).

Akibat hukuman tersebut, Timnas Rusia tidak diizinkan untuk mengikuti berbagai agenda internasional milik FIFA dan UEFA, termasuk Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sementara itu, klub-klub asal Rusia juga tidak diperbolehkan untuk bermain di kompetisi yang berada di bawah naungan UEFA.

Setelah menjatuhkan sanksi tersebut, FIFA mendapatkan tekanan dari berbagai pihak agar memberikan hukuman serupa kepada “Israel”.

Salah seorang yang menyuarakan desakan tersebut adalah legenda timnas Mesir Mohamed Aboutrika. Ia mendesak FIFA untuk memberikan sanksi kepada “Israel”. Hal tersebut disampaikan Aboutrika melalui akun Twitter nya.

“Keputusan untuk menghukum klub dan tim Rusia dari semua kompetisi harus disertai dengan hukuman terhadap mereka yang berafiliasi dengan ‘Israel’,” ujar Aboutrika seperti dikutip dari Record.

Aboutrika juga menilai bahwa FIFA melakukan standar ganda dalam menghukum Rusia, namun di sisi lain membiarkan “Israel”.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

“’Israel’ adalah negara yang telah membunuh anak-anak dan wanita di Palestina selama bertahun-tahun. Mereka [FIFA] menggunakan standar ganda,” ucap Aboutrika menambahkan.

Desakan FIFA menghukum Israel tidak saja datang dari Aboutrika. Netizen juga menyerukan lembaga yang dipimpin Gianni Infantino itu menjatuhkan sanksi serupa kepada “Israel”.

Tekanan warganet kepada FIFA untuk menghukum “Israel” terlihat dalam sejumlah meme yang banyak beredar di media sosial soal standar ganda FIFA.

Tidak hanya itu, warganet juga mempertanyakan beberapa kasus yang pernah mencuat. Salah satunya adalah saat para supporter Celtic mencoba memberikan dukungan untuk Palestina dengan mengibarkan bendera Palestina, namun justru mereka yang terkena hukuman.

Supporter Celtic kibarkan bendera Palestina. (Foto: AFP)

 

Saat itu UEFA beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh supporter Celtic telah melanggar aturan disiplin di mana bendera tersebut dianggap sebagai bendera terlarang.

Atas aksi supporternya pada Agustus 2016 tersebut, UEFA bahkan menjatuhkan denda sebesar 145 juta rupiah kepada Celtic. (rafa/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah