Turki kirimkan batch pertama tank yang dikembangkan bersama Indonesia

0 695

ANKARA (Arrahmah.id) – Pengiriman batch pertama tank berat menengah Kaplan MT, produk proyek bersama yang dilakukan di Turki oleh perusahaan pertahanan terkemuka FNSS yang berbasis di Ankara dan perusahaan pertahanan Indonesia, PT Pindad,  dilakukan pada upacara yang diadakan pada Selasa (15/3/2022) di ibu kota Ankara.

Ekspor Kaplan MT menandai penjualan asing pertama dari industri pertahanan Turki di kelas tank.

Upacara yang digelar dalam rangka penyelesaian tahap produksi massal gelombang pertama ini dihadiri oleh perwakilan FNSS serta PT Pindad beserta pejabat dari sektor industri pertahanan kedua negara, lansir Daily Sabah.

Ismail Demir, Kepala Kepresidenan Industri Pertahanan (SSB) Turki mengatakan dalam pidatonya saat upacara bahwa proyek tersebut dilakukan dengan model bisnis kerjasama antara perusahaan Turki dan Indonesia yang juga merupakan contoh kerjasama antara dua negara.

Demir mengatakan sebagian kendaraan tersebut diproduksi di Turki dan sebagian akan dikembangkan di Indonesia, karenanya proyek tersebut juga termasuk alih teknologi.

Dikatakan bahwa produksi massal telah dimulai dan akan berlanjut, Demir mencatat bahwa ekspor industri pertahanan tidak hanya berorientasi bisnis tetapi juga mencerminkan kerja sama dan transfer teknologi.

“Khususnya, model yang kami kirim ke negara sahabat dan sekutu adalah contohnya,” katanya.

“Jika diperlukan, kami dapat merancang dan mengembangkan model dari awal untuk memenuhi berbagai kebutuhan negara pembeli dan bahwa produksi tidak harus selalu di Turki.”

Kepala SSB menyatakan bahwa Turki berada di tempat yang sangat baik dalam hal kendaraan lapis baja.

“Ekspor ini akan mendorong penjualan dan proyek serupa untuk tumbuh, katanya, seraya mencatat bahwa mereka terbuka untuk proyek-proyek berdasarkan model win-win seperti halnya dengan Indonesia.”

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

General Manager FNSS Nail Kurt, berbicara pada upacara tersebut juga mengatakan bahwa proyek ini menandai tonggak penting dalam kerja sama industri pertahanan dan menunjukkan betapa bermanfaatnya proyek win-win antar negara.

Dia mengatakan bahwa mempertahankan kerjasama seperti itu bahkan lebih penting daripada membangunnya, menambahkan bahwa mereka memiliki kepercayaan pada kedua pemerintah untuk kerjasama yang berkelanjutan.

Kurt juga menekankan bahwa turret yang terintegrasi pada tank tidak dikembangkan di Turki maupun di Indonesia tetapi dibeli dari Belgia, namun mereka siap untuk mengembangkannya di dalam negeri dengan dukungan dari kedua belah pihak.

Proyek Kaplan MT dimulai setelah kesepakatan antar pemerintah ditandatangani antara SSB dan Kementerian Pertahanan Indonesia.

Setelah pengembangan prototipe, FNSS berhasil menyelesaikan uji ketahanan dan penembakan yang tangguh di Indonesia.

Untuk Kaplan MT, tank medium pertama di dunia yang diuji dan disetujui oleh tentara, FNSS menandatangani kontrak produksi bersama untuk total 18 kendaraan pada akhir 2019.

Studi kesempurnaan desain yang dilakukan dengan partisipasi pengguna pada tahun 2020 telah berakhir.

Pekerjaan produksi dan pasokan suku cadang dan sistem yang akan disediakan oleh PT Pindad untuk kendaraan yang akan diproduksi di Indonesia pada tahun 2021 telah selesai dan suku cadang dan subsistem tersebut dikirim ke PT Pindad sebagai tool kit.

Pada awal tahun 2022, FNSS berhasil menyelesaikan kegiatan proyeknya di Turki dan membuat kendaraan yang diproduksi di Turki siap untuk dipresentasikan kepada pelanggan. Sisanya akan diproduksi di Indonesia oleh PT Pindad, dengan model alih teknologi yang berhasil diterapkan oleh FNSS.  (haninmazaya/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah