Membelot Dari Barisan, Taliban Kirim Pasukan Untuk Tangkap Komandan Syiah Hazara

0

KABUL (Arrahmah.id) — Taliban mengumpulkan pasukannya dari provinsi Samangan, Balkh, Ghor dan Bamiyan untuk menangkap Maulana Mahdi Mujahid, satu-satunya komandan Taliban yang berasal dari etnis Syiah Hazara yang baru-baru ini meninggalkan barisan Taliban.

Dilansir 8am (13/6/2022), pasukan dikerahkan dari berbagai provinsi karena pejuang Taliban yang berafiliasi dengan komunitas Uzbekistan di provinsi Jawzjan dan Faryab telah menolak untuk ambil bagian dalam perang melawan Maulana Mahdi Mujahid.

Mahdi sendiri terbukti menggulingkan gubernur distrik yang ditunjuk Taliban dan merebut distrik Balkhab di provinsi Sar-e-Pul setelah hubungannya rusak dengan kepemimpinan Taliban di Kabul.

Tak kurang 10 anggota Taliban dari kedua belah pihak tewas dan terluka dalam bentrokan bersenjata antara Mahdi melawan dan gubernur distrik Balkhab.

Maulana Ataullah, gubernur distrik yang ditunjuk Taliban melarikan diri dari Balkhab, dan Mahdi menggantikannya dengan salah satu rekannya sendiri.

Sumber mengatakan kepada Hasht-e Subh bahwa Taliban telah mengumpulkan sekitar 500 pejuang dari distrik Dara-e-Sufi Bala di Samangan dan distrik Yakawlang di Bamiyan. Pasukan ini bergerak untuk melancarkan operasi di distrik Balkhab, provinsi Sar-e-Pul.

Jangan Lewatkan Besok Tayang !!!

Menurut sumber, pasukan Taliban sedang bersiap untuk menyerang distrik Balkhab dari dua arah.

Pasukan pertama akan menyerang Mahdi dari ibu kota provinsi Sar-e-Pul dan pasukan kedua akan mendekati Balkhab dari distrik Dar-e-Suf Bala di Samangan.

Sementara itu, pasukan bersenjata di bawah komando Mahdi dilaporkan telah mempersiapkan diri untuk pertempuran panjang.

Menurut sumber itu, Taliban telah meminta komandannya dari komunitas Uzbekistan di provinsi Jawzjan dan Faryab untuk menyediakan setidaknya 200 pejuang untuk pertempuran Balkhab, tetapi mereka menolak. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi M. Jibriel