Pasukan keamanan Sri Lanka serang kamp protes utama di ibu kota

0

KOLOMBO (Arrahmah.id) – Ratusan tentara dan polisi Sri Lanka menggerebek kamp protes anti-pemerintah utama di ibu kota Jumat dini hari (22/7/2022) dan mulai merobohkan tenda-tenda para aktivis tak bersenjata, kata seorang wartawan AFP.

Mereka menyerbu para pengunjuk rasa yang memblokir Sekretariat Presiden di ibu kota beberapa jam sebelum para demonstran dijadwalkan untuk mengosongkan daerah tersebut.

Personel keamanan bersenjatakan pentungan mulai mencopot barikade yang didirikan oleh pengunjuk rasa yang menghalangi gerbang utama Sekretariat Presiden yang sebagian telah mereka kuasai awal bulan ini.

Aktivis telah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mengosongkan daerah itu pada Jumat sore, setelah kabinet dilantik oleh presiden baru, Ranil Wickremesinghe, lansir AFP.

Saksi mata melihat tentara mengelilingi kantor dan menghancurkan beberapa bangunan sementara yang didirikan di daerah itu untuk menyediakan logistik bagi ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah sejak April.

Pasukan keamanan menggunakan pengeras suara meminta beberapa ratus pengunjuk rasa untuk mundur dan membatasi diri ke area yang ditentukan di dekat sekretariat.

Beberapa aktivis ditangkap oleh pasukan yang menghancurkan tenda-tenda yang didirikan di sepanjang jalan utama menuju kantor kepresidenan.

Pendukung kampanye #GoHomeGota yang mendesak presiden Gotabaya Rajapaksa untuk mundur telah mengambil alih wilayah tersebut setelah merebut istana Rajapaksa pada 9 Juli, memaksanya melarikan diri dan akhirnya mengundurkan diri.

Setelah Rajapaksa mengundurkan diri, perdana menteri Wickremesinghe mengambil alih kepemimpinan sementara sampai dia dikukuhkan sebagai presiden baru dalam pemungutan suara parlemen pada Rabu.

Wickremesinghe telah bersumpah akan melakukan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa dan memperingatkan bahwa menduduki gedung-gedung negara adalah ilegal dan bahwa mereka akan diusir kecuali mereka pergi sendiri.

Dia juga telah membuat perbedaan antara pengunjuk rasa damai dan “perusuh” dan mengatakan tidak akan ada ruang bagi pembuat onar. (haninmazaya/arrahmah.id)

 

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya