Nasib tragis penerjemah buku Satanic Verses milik Salman Rushdie

0

NEW YORK (Arrahmah.id) – Buku Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan kembali menjadi sorotan setelah sang penulis buku, Salman Rushdie, ditusuk berkali-kali di Amerika Serikat.

Sebelum itu, sederet orang juga bernasib tragis karena menerjemahkan buku Satanic Verses milik Rushdie itu.

Rushdie menulis Ayat-ayat Setan pada 1988 dan langsung menuai kritik. Masyarakat Muslim menganggap buku itu memuat penghinaan terhadap Islam.

Berikut beberapa orang yang menjadi bulan-bulanan setelah menerjemahkan buku Ayat-ayat Setan.

1. Ettore Capriolo

Ettore Capriolo, seorang penerjemah asal Italia, dipukul dan diserang menggunakan pisau di Milan pada 3 Juli 1991.

Akibat serangan itu, Capriolo terluka luka di bagian leher, dada, dan tangan.

Sebagaimana dilansir Reuters, Capriolo selamat dari serangan tersebut. Sementara itu, pelaku penyerangan berhasil kabur.

Menurut Capriolo, pelaku penyerangan merupakan warga Iran yang menginginkan terjemahan sebuah pamflet Muslim.

Beberapa hari setelah kejadian, penegak hukum Iran menganggap serangan Capriolo tak berkaitan dengan buku Ayat-ayat Setan.

2. Hitoshi Igarashi

Seorang penerjemah buku Ayat-ayat Setan asal Jepang, Hitoshi Igarashi, ditusuk hingga tewas di Universitas Tsukuba, Tokyo, pada 12 Juli 1991 silam.

Japan Times melaporkan, seorang tukang bersih-bersih menemukan jasad Igarashi di dekat lift dengan luka tusuk di leher, wajah, dan tangan.

Terlihat pula bekas tusukan di tas Igarashi. Bekas itu dianggap sebagai tanda Igarashi sempat berupaya membela diri saat diserang.

Namun, hingga saat ini pelaku belum ditangkap. Kejahatan ini pun tak pernah terselesaikan.

Kepolisian Jepang kala itu menyatakan mereka tak memiliki bukti spesifik yang menunjukkan keterkaitan antara serangan ini dengan buku tersebut.

Meski begitu, laporan media mengindikasikan Igarashi sempat mendapatkan ancaman pembunuhan dari militan Islam. Igarashi juga sempat dilindungi pengawal selama beberapa waktu.

Selama hidupnya, Igarashi merupakan penerjemah sekaligus pengajar perbandingan budaya Islam selama lima tahun.

3. William Nygaard

Penerbit buku Ayat-ayat Setan di Norwegia, William Nygaard, sempat ditembak sebanyak tiga kali pada 11 Oktober 1993.

The Independent melaporkan, Nygaard selamat dari penembakan itu, tetapi pelakunya tak pernah tertangkap.

Sebagaimana diberitakan media Kanada, CBC, Nygaard ditembak saat ia dalam perjalanan pulang ke rumah setelah menghadiri bazar buku di Frankfurt.

Nygaard sendiri merupakan mantan CEO rumah penerbitan Aschehoug.

4. Aziz Nesin

Aziz Nesin juga menjadi salah satu korban penyerangan karena mempublikasikan kutipan buku Ayat-ayat Setan di media Turki.

Pada 1993, militan Islam membakar sebuah hotel di Turki untuk membunuh Aziz Nesin. Nesin berhasil selamat dari kebakaran ini, tetapi 37 orang lainnya tewas.

Nesin berhasil selamat menggunakan tangga pemadam kebakaran. Ia mengalami luka kecil dan pergi dari lokasi kejadian dengan mobil polisi. (rafa/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Saksikan Video Terbaru Arrahmah, Ghazwatul Hind