Presiden Cina Akui Bongkar dan Hancurkan Banyak Masjid di Xinjiang

0

BEIJING (Arrahmah.id) — Presiden Cina, Xi Jinping, secara tidak langsung membenarkan pembongkaran dan perubahan banyak masjid di Provinsi Ningxia dan Xinjiang di wilayah Cina utara – rumah bagi sebagian besar warga Muslim.

Dalam pidatonya di Kongres Partai Komunis Cina, seperti dilansir BBC (16/10/2022), dia menegaskan bahwa agama-agama di Tiongkok harus “berorientasi kepada Cina”.

Struktur-struktur bangunan yang dianggap mencerminkan citra Arab tentang Islam telah digantikan struktur yang lebih estetis ala Cina.

Pada 2018 lalu, pemerintah kota kecil Weizhou berencana membongkar masjid karena masjid tidak memiliki izin bangunan, sehingga bisa disebut “gedung ilegal”.

Penduduk Weizhou yang sebagian besar Muslim Hui kemudian menduduki masjid untuk menghambat penghancuran.

Masjid itu kemudian tidak dihancurkan tapi diubah menjadi gaya Cina. Menara dan kubahnya diganti dengan pagoda ala Cina.

Itu merupakan salah satu elemen dari yang disampaikan Xi dalam pidatonya selama dua jam.

Elemen lainnya adalah dia menegaskan bahwa tidak ada pelonggaran langkah-langkah mengatasi pandemi Covid.

Dia mengatakan tidak akan ada keraguan pada kebijakan nol-Covid demi upaya penyelamatan nyawa banyak orang.

Upaya pengetatan pergerakan, uji massal, pemindaian kode kesehatan, karantina, serta pembatasan perjalanan semuanya akan tetap berlangsung.

Bahkan tidak ada pengakuan sedikit pun tentang penderitaan sosial dan ekonomi yang disebabkan kebijakan tersebut.

Tantangan besar lainnya yang dihadapi oleh pemerintah, tetapi tidak disebutkan, antara lain, pengangguran kaum muda yang melonjak dan krisis properti.

Sebaliknya, pidato yang panjangnya hampir dua jam ini sarat retorika standar partai dan kekurangan solusi aktual untuk persoalan-persoalan Cina.

Jika Anda seorang lulusan universitas yang tidak dapat menemukan pekerjaan di sektor teknologi setelah tindakan keras pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan ini, Xi Jinping mendesak Anda agar “mengikuti panduan Partai … berjuang untuk menjadi generasi baru, membangun daerah sosialis modern” tidak akan akan membuat nyaman.

Tepuk tangan membahana, tak diragukan lagi, muncul saat Xi berbicara tentang penyatuan antara daratan dan Taiwan.

Nikmati video-video rilisan Arrahmah.id dengan versi lengkap tanpa ada sensor dan pembatasan...

Dia mengatakan Beijing akan mendorong kerja sama ekonomi dengan pulau itu, dan berupaya sungguh-sungguh untuk penyatuan damai, namun demikian Partai “tidak akan pernah berjanji untuk meninggalkan penggunaan kekuatan sebagai sebuah opsi”.

Dia juga membela undang-undang keamanan negara yang banyak dikritik di Hong Kong yang disebutnya telah memulihkan ketertiban di wilayah itu.

Ada beberapa elemen lain yang tidak terlewatkan.

Mantan pemimpin Cina, Jiang Zemin tidak hadir, tetapi dia saat ini berusia 96 tahun dan barangkali terlalu lemah untuk menghadirinya.

Hu Jintao dan Wen Jiabao dari pemerintahan sebelumnya berada di atas panggung bersama Xi.

Juga hadir, duduk di barisan depan podium, mantan Wakil Perdana Menteri Cina Zhang Gaoli – inilah penampilan publik pertamanya sejak bintang tenis Cina Peng Shuai menuduhnya melakukan pelecehan seksual pada tahun lalu.

Pria berusia 75 tahun itu belum secara terbuka mengomentari tuduhan itu.

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Namun, pemerintahan Xi memang memiliki sebuah kisah bagus untuk diceritakan terkait perubahan iklim dan inisiatif lingkungan lainnya.

Kongres dibuka di Beijing di bawah langit biru yang cerah. Hal yang tidak biasa di ibu kota. Sekarang sebaliknya; hari-hari polusi yang buruk adalah hari-hari yang menonjol.

Sang pemimpin Cina mengatakan: “Kami akan meningkatkan industri rendah karbon dan mempromosikan cara hidup rendah karbon. Kami akan mengintensifkan pengendalian polusi. Kami akan bekerja untuk menghilangkan semua polusi serius”.

Namun pembangkit listrik tenaga batu bara tidak akan dihapuskan sampai sumber tenaga baru tersedia.

“Kami sedang membangun yang baru sebelum membuang yang lama,” ujarnya.

Mungkin masih ada kesenjangan pendapatan besar-besaran di sini antara kaum milyuner Cina dan mereka yang kurang mampu, tetapi, dalam pengentasan kemiskinan, ada juga peningkatan dan Xi Jinping mengacu pada hal ini. Namun, jika Anda menonton pidato ini dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Cina saat ini, Anda akan memiliki gambaran realitas yang terdistorsi.Pesan keseluruhan dari pidato tersebut adalah bahwa Cina maju dengan pesat di bawah bimbingan Partai Komunis – tetapi ketidakpastian ekonomi yang berputar-putar di sini saat ini adalah jenis yang tidak terlihat di negara itu selama beberapa dekade. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Nikmati video-video rilisan Arrahmah.id dengan versi lengkap tanpa ada sensor dan pembatasan...