Profil Popon Kerok, Komika yang blak-blakan kritik kaum LGBT

0

JAKARTA (Arrahmah.id) – Nama Popon Kerok tengah ramai dibicarakan oleh warganet, setelah ia secara blak-blakan mengungkapkan kritik keras kepada kaum LGBT yang ingin punya anak dengan menggunakan metode surrogate mother.

“Gue paling gedek tuh surrogate mother diciptain buat pasangan normal yang nggak bisa punya anak, mungkin karena mandul. Pasangan gay nggak punya anak bukan karena mandul, nggak ada tuh. Sperma harus ketemu sel telur buat jadi anak. Ini sperma lu ketemu ta* (kotoran),” katanya saat tampil dalam sebuah acara stand comedy.

Materi yang ia bawakan pun membuat orang yang hadir dalam gedung tersebut tertawa.

Surrogate mother merupakan metode di mana seorang wanita meminjamkan rahimnya untuk membantu pasangan suami istri memiliki keturunan. Caranya yakni ibu pengganti dihamili melalui inseminasi buatan dengan menggunakan sperma suami dan sel telur istri yang ditanamkan.

Siapakah Popon Kerok ini? Berikut profilnya yang dirangkum oleh redaksi Arrahmah.id dari berbagai sumber.

Nikmati video-video rilisan Arrahmah.id dengan versi lengkap tanpa ada sensor dan pembatasan...

Popon Kerok merupakan komika yang bernama asli Muhammad Saleh Jammaharizki. Ia dilahirkan di Medan, 26 Desember 1998.

Nama Popon Kerok mulai dikenal masyarakat Indonesia setelah ia menjadi peserta babak Pre Show dalam kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) ke-5 pada tahun 2015. Namun saying pada tahun tersebut ia gagal.

Tiga tahun berselang, tepatnya pada tahun 2018, Popon kembali mengikuti kompetisi SUCI ke-8 dan berhasil keluar sebagai juara.

Sejak pertama kali muncul di layar kaca, Popon kerap membawakan tema dark comedy yang menimbulkan banyak pro dan kontra.

Popon Kerok bahkan sempat menjadi trending topik di Twitter setelah ia menyampaikan kritikan kerasnya terhadap kaum LGBT dalam sebuah acara stand comedy. (rafa/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Nikmati video-video rilisan Arrahmah.id dengan versi lengkap tanpa ada sensor dan pembatasan...