3 Pejuang Perlawanan Syahid, Salah Satunya Seorang Gadis

Oleh:

|

Kategori:

Beit Hanun (arrahmah) – Tiga pejuang perlawanan dari Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam di Tepi Barat dan Jalur Gaza meninggal syahid. Dua di antaranya meninggal saat baku tembak dan yang ketiga korban kebiadaban Israel.

Tim medis Palestina hari Senin kemarin (7/1) berhasil menyelematkan jasad kedua mujahid al-Quds dari perlintasan Bet Hanun, utara Gaza. Mereka melaporkan, kedua syuhada ini masing-masing bernama Maisa Namir Fanwanah, seorang gadis berusia 19 tahun dari Kamp pengungsian Nazaret dan kedua Basam Abu Mustafa (24 tahun), warga Khanyunis, selatan Gaza.

Sementara itu menurut sumber militer Israel mengatakan, kedua mujahid ini mendekati militer Israel yang sedang berjada di pintu perlintasan. Jarak 50 meter tiba-tiba keduanya melancarkan tembakan kea rah serdadu yang dibalas dengan tembakan pula. Akhirnya kedua warga Palestina ini meninggal syahid seketika. Lalu senjata dan bahan peledaknya dirampas. Kedua warga ini diketahui anggota perlawanan Jihad Islam.

Selang beberapa waktu, Direktur Emergency Palestina, Muawiyah Abu Husnain dikabari pihak Israel bahwa ada dua syuhada Palestina di perlintasan. Keduanya meninggal saat baku tembak dengan serdadu Israel di tempat.

Sementara dari Utara Tepi Barat dilaporkan, serdadu Israel membunuh syahid anggota Brigade Al-Quds, Fawaz Furaihat (20 tahun) warga yang terletak antara distrik Yamun dan Barqain, selatan Kota Jenin Utara Tepi Barat.

Sebelumnya, sejumlah kendaraan militer Israel hendak menjadikan wilayah tersebut sebagai basis militer mereka sementara warga berusaha menolaknya.

Sumber medis Palestina di Rumah Sakit Pemerintah Jenin menyebutkan, mobil ambulans milik pemerintah berhasil mengangkut jenazah pejuang tersebut yang tertembak di bagian perut, dan belikatnya. Sementara kedua tanganya diikat borgol kain milik Israel.

Militer Israel mengklaim pemuda ini gugur saat melakukan penembakan terhadap serdadu Israel yang sedang berjaga di sebelah Barat Jenin.

Di pihak lain, Jihad Islam mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan kejahatan ini terus berlangsung. Pihaknya akan mengadakan pembalasan.

Sumber: Infopalestina