AS: Sejak IIA Berkuasa di Afghanistan, ISKP Semakin Kuat

Oleh:

|

Kategori:

Pemimpin CENTCOM AS, Letnan Jenderal Michael “Erik” Kurilla, komandan Korps Lintas Udara XVIII, bersaksi hari Selasa di sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR. [Foto : Angkatan Darat A.S.]

KABUL (Arrahmah.id) — Kelompok militan Islamic State Khurasan Provience (ISKP) menjadi lebih kuat di Afghanistan dibanding tahun sebelumnya diambil alihnya Afghanistan oleh Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) pada Agustus 2021, menurut salah satu jenderal AS untuk Timur Tengah (23/3/2023).

Berbicara di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR, komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Michael ‘Erik’ Kurilla mengatakan, seperti dilansir Anadolu Agency (24/3), bahwa sekarang ISKP lebih kuat di Afghanistan.

“Apakah kita sedang melihat kerja sama dengan ISKP di Afghanistan dan elemen lainnya, seperti di Suriah dan Eropa?” tanya anggota Kongres dari Partai Republik Mike Waltz kepada Kurilla.

Kurila kemudian membantah tuduhan itu dan menyebutkan bahwa ISKP merupakan bagian dari ISIS.

“ISIS adalah organisasi global. Mereka memiliki organisasi yang disebut kantor Al Siddiq yang bertanggung jawab atas semua cabang ISIS dari Kazakhstan, Afghanistan, Pakistan, India hingga Indonesia,” bantah Kurilla.

“Mereka seringkali berkomunikasi dengan amir ISIS, afiliasi global,” tambahnya.

Mengenai ancaman dari Iran, Kurilla mengatakan bahwa pasukan AS sudah 78 kali diserang Iran sejak Januari 2021.

“Mereka menggunakan proksi Iran, baik UAV (pesawat nirawak) atau roket, untuk bisa menyerang pasukan kami di Irak atau Suriah,” kata Kurilla.

Menjawab pertanyaan apakah serangan ini dianggap sebagai aksi perang, Kurilla menekankan bahwa serangan-serangan itu dilakukan proksi Iran.

Seperti diketahui, AS menyelesaikan penarikan tentaranya dari Afghanistan pada Agustus 2021 silam untuk mengakhiri perang selama 20 tahun yang berujung pada kembalinya IIA ke puncak kekuasaan di negara itu.

AS dan sekutunya di NATO dipaksa keluar dengan tergesa-gesa.

Proses evakuasi berlangsung kacau dan mereka meninggalkan ribuan warga Afghanistan yang pernah membantu mereka dan layak untuk dievakuasi.

Keputusan untuk menarik semua pasukan pada 31 Agustus 2021 telah menuai kritik tajam dari berbagai pihak atas penanganan Afghanistan sejak IIA mengambil alih Kabul awal Agustus 2021.(hanoum/arrahmah.id)