Duta Besar UEA Dengan Hangat Rangkul Politisi Ekstrem Kanan “Israel”, Ben-Gvir

Oleh:

|

Kategori:

Politisi ekstremis Itamar Ben-Gvir menghadiri acara bersama duta besar UEA untuk “Israel”. [Getty]

TEL AVIV (Arrahmah.id) – Duta Besar UEA untuk “Israel” “menyambut hangat” politisi ekstrem kanan Itamar Ben-Gvir, yang dikenal karena pernyataan rasisnya terhadap warga Palestina dan Arab, pada resepsi yang diselenggarakan oleh kedutaan Emirat di Tel Aviv pada Kamis (1/12/2022).

Ini terjadi terlepas dari peringatan Abu Dhabi sebelumnya terhadap Ben-Gvir, yang merupakan pemimpin dalam blok ekstremis Zionisme Religius, diberi jabatan menteri dalam pemerintahan “Israel” berikutnya, yang akan dipimpin oleh Benjamin Netanyahu.

Duta Besar UEA Mohamed Al-Khaja terlihat bergandengan tangan dengan Ben-Gvir di sebuah resepsi di Hotel Hilton, di mana bintang acara itu, Netanyahu, memberikan pidato kepada pejabat “Israel” dan Emirat yang diakhiri dengan kata Arab “insya Allah”.

Media “Israel” menggambarkan pertemuan antara Al-Khaja dan Ben Gvir sebagai “pertemuan hangat” dan foto menunjukkan keduanya bertukar kata dan berjabat tangan.

Ben Gvir diperkirakan akan diberi posisi menteri keamanan nasional dalam pemerintahan baru Netanyahu.

Itu akan membuatnya mengawasi kepolisian dan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, dan kemungkinan akan semakin memperburuk penganiayaan yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.

Ben Gvir digambarkan sebagai “murid” ekstremis Rabi Meir Kahane, yang gerakannya dilarang oleh pemerintah “Israel” dan kemudian ditetapkan sebagai organisasi teroris setelah pembantaian 29 orang Palestina di Gua Patriark 1994, yang dilakukan oleh salah satu dari pengikut Kahane.

Ben Gvir menegaskan dia telah mengubah pandangannya sejak dia dihukum karena menghasut rasisme dan mendukung organisasi teroris pada 2007 setelah dia menyerukan pembersihan etnis Palestina.

Media “Israel” melaporkan bahwa sebelum pemilihan November, Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed memperingatkan mantan PM Benjamin Netanyahu agar tidak membentuk pemerintahan dengan Ben Gvir dan pemimpin Zionisme Religius lainnya, Bezalel Smotrich.

Partai Likud Netanyahu, Zionisme Religius, dan kelompok sayap kanan lainnya memenangkan mayoritas kursi di Knesset.

Pada Jumat (2/12), Netanyahu memberi isyarat bahwa dia akan mengabaikan peringatan ini ketika dia menandatangani kesepakatan untuk membentuk pemerintahan, memberikan posisi kunci kepada politisi Zionisme Religius.

Smotrich digadang-gadang akan diberikan portofolio menteri keuangan.

UEA dan “Israel” menandatangani perjanjian normalisasi yang kontroversial pada 2020, meskipun terus menduduki Tepi Barat dan pengepungan Gaza.

Kesepakatan itu hamper secara universal dikecam oleh opini publik Arab, meskipun tiga negara Arab lainnya juga menormalisasi hubungan dengan “Israel”. (zarahamala/arrahmah.id)