Gereja Korea Selatan akan Akhiri Misinya di Afghanistan

Oleh:

|

Kategori:

Kelompok-kelompok misionaris Korea Selatan mengatakan mereka akan segera menarik diri dari Afghanistan, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Taliban

Keberhasilan politik dan negoisasi pejuang Taliban diantaranya adalah berhasil ’menekan’ kelompok misionaris Korea Selatan (Korsel). Dalam sebuah pernyataan yang dikutip sebuah koran Australia kemarin, kalangan gereja Korsel akan sesegera mungkin menarik para misionarisnya dari wilayah Afghanistan.

Menurut kalangan gereja, penarikan misionaris ini merupakan bagian dari kesepakatan perjanjian antara kubu Taliban dan Soul.

“Pekerjaan kami saat ini akan meyakinkan sandera yang dibebaskan kembali dengan selamat dan mempunyai waktu untuk memulihkan diri…,” kata Pastor Bang Yong-kyun dari gereka Saemmul Church, Seoul.

Sebagaimana diketahui, 23 orang sandera misionaris itu dikirim ke Afganistan oleh Gereja Saemmul pada 19 Juli lalu dari sebuah bus di propinsi Ghazni.

Selain itu, pihak Korea Selatan juga memutuskan akan segera menarik pasukannya dan sebanyak 200 orang insinyur militer dan staf medis dari Afganistan menjelang akhir tahun 2007.

Pasca kasus sandera misionaris ini, kalangan gereja Korea Selatan mempertimbangan kembali beberapa aksi misi mereka di wilayah-wilayah konflik.

Dewan Nasional Gereja Korea, salah satu kelompok yang paling besar yang mewakili Protestan, mengatakan ia akan mematuhi janji pemerintah untuk mengakhiri kerja misionaris di Afganistan.

“Lewat insiden ini, kami akan mengingat kembali warga gereja Korsel di luar negeri, kerja misionaris, dan membuat kesempatan ini untuk menghasilkan kerja sukarela dan misionaris yang lebih efektif dan lebih aman,” katanya.

Sekedar catatan, ada 17.000 misionaris Kristen asal Korea Selatan yang diperkirakan di luar negeri, rombongan yang paling besar setelah ini berasal dari Amerika Serikat (AS), banyak di antara mereka di daerah yang mudah menguap.

Sebelum ini, sempat diberitakan di koran-koran nasional bahwa 23 sandera itu adalah pekerja dan relawan sosial. Yang benar adalah para misionaris.

Sumber: Hidayatullah