Mengenal Kitab Jami’us Shaghir

0 63

(Arrahmah.com) – Kitab Jami’us Shaghir [arab: الجامع الصغير] nama lengkapnya Jami’us Shaghir fi Ahadits an-Nadzir wa al-Basyir [arab: الجامع الصغير في أحاديث النذير البشير]: Kumpulan kecil untuk hadits-hadits sang pemberi peringatan dan kabar gembira (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Berikut beberapa keteragan tentang kitab Jami’us Shaghir

  1. Kitab Jami’us Shaghir ditulis oleh Jalaluddin as-Suyuthi, seorang ulama bermadzhab Syafiiyah dari Mesir yang wafat sekitar tahun 911 H.
  2. Dalam bukunya ini, Imam as-Suyuthi mengumpulkan sekitar 10.000 hadits. Atau dengan angka lebih pasti, 10.031 hadits, berdasarkan penomoran dalam versi cetaknya.
  3. Sebenarnya, Jami’us Shaghir adalah ringkasan dari kitab as-Suyuthi sebelumnya, yang berjudul Jam’ul Jawami’.
  4. Beliau pilih hadits-hadits di Jam’ul Jawami’ dan beliau susun berdasarkan urutan huruf hijaiyah pada awal hadits. Sehingga memudahkan bagi pembaca untuk menemukan hadits dalam waktu cepat.
  5. Beliau pilih hadits-hadits yang ringkas dan tidak banyak mencantumkan hadits tentang hukum.
    Beliau juga menghidari hadits yang dalam sanadnya ada perawi pemalsu hadits atau pendusta, yang sendirian, menurut penilaian beliau. Namun beliau masukkan dalam kitabnya, hadits shahih, hasan, dan dhaif dengan berbagai macamnya.

(Mukadimah Jami’us Shaghir, as-Suyuthi).

Metode as-Suyuthi dalam Menulis Jami’us Shaghir

Metode yang diterapkan as-Suyuthi dalam membawakan hadits di Jami’us Shaghir,

  1. Tidak mencantumkan sanad hadis, hingga nama sahabat-pun tidak beliau sebutkan.
  2. Hanya menyebutkan matan hadis.
  3. Setelah menyebutkan menyebutkan nama kitab hadis yang meriwayatkan hadis tersebut dengan KODE dan nama sahabat yang membawakan hadis ini.
  4. Kemudian beliau menyebutkan KODE derajat hadis, apakah shahih shahih, ataukah dhaif.

(Ushul Takhrij, Dr. Mahmud Thahhan, hlm. 72 – 73).

Di mukadimah Jami’us Shaghir, Imam as-Suyuthi menyebutkan KODE huruf untuk nama kitab dan derajat hadis yang beliau gunakan dalam kitabnya. Berikut diantaranya,

  1. Huruf [خ]: Shahih Bukhari
  2. Huruf [م]: Shahih Muslim
  3. Huruf [ق]: singkatan dari muttafaq ‘alaihi [arab: متفق عليه], artinya diriwayatkan Bukhari & Muslim
  4. Huruf [د]: Sunan Abu Daud
  5. Huruf [ت]: Sunan Turmudzi
  6. Huruf [هـ]: Sunan Ibnu Majah
  7. Huruf [حم]: Ahmad dalam Musnad
  8. Huruf [ك]: Hakim dalam al-Mustadrak
  9. Huruf [تخ]: Bukhari dalam kitab at-Tarikh. dst

Sementara status hadis, beliau sebutkan dengan 3 derajat: shahih, hasan, dan dhaif.

  1. Huruf [صح]: hadis Shahih
  2. Huruf [ح]: hadis Hasan
  3. Huruf [ض]: hadis Dhaif

Sebagai contoh, as-Suyuthi menyebutkan satu hadis di no. 1035:

آيَةُ مَا بَيْنَنا وَبَيْنَ المُنافِقِينَ أنَّهُمْ لاَ يتضلعون من زمزم

(تخ هـ ك) عن ابن عباس (صح).

Matan hadits: ‘Ciri pembeda antara kita (orang beriman) dengan orang munafik: mereka tidak pernah merasa kenyang dengan zam-zam.’

Dari KODE as-Suyuthi, kita bisa membaca:

  1. Hadis ini diriwayatkan Bukhari dalam at-Tarikh, Ibnu Majah dalam sunannya, dan Hakim dalam al-Mustadrak. Kode: [تخ هـ ك]
  2. Dari sahabat Ibnu Abbas
  3. Derajat hadis: shahih, kode: صح

Mengapa Jami’us Shaghir Terkenal?

Kitab Jami’us Shaghir termasuk salah satu kitab hadis yang banyak dijadikan rujukan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan kitab ini banyak digunakan,

  1. Metode penyusunan hadits yang sangat memudahkan bagi pengguna untuk mencari hadits. Karena diurutkan sesuai huruf hijaiyah, mengacu pada huruf pertama hadits.
  2. Hanya berisi matan, sehingga memudahkan pengguna untuk mencari matan hadits.
  3. Matan hadits ringkas-ringkas, sehingga mudah digunakan untuk pendalilan.
  4. Dicantumkan nama kitab induk yang meriwayatkan hadits.
  5. Dicantumkan penilaian status hadits.
  6. Penulis, Imam as-Suyuthi dikenal dengan kapabilitas dan kemampuannya dalam berbagai disiplin ilmu.

Beberapa catatan tentang Jami’us Shaghir,

  1. Para ulama hadis mengatakan, ada unsur terlalu longgar untuk penilaian as-Suyuthi terhadap derajat hadits. (Ushul at-Takhrij, Dr. Mahmud Thahan, hlm. 74)
  2. Karena itu, al-Munawi dalam Syarh Jami’us Shaghir banyak memberikan catatan hadits dan penilaian yang berbeda dengan as-Suyuthi, disertai penjelasan mengapa beliau berbeda.
  3. Disamping al-Munawi, ulama hadis kontemporer yang meneliti ulang penilaian as-Suyuthi terhadap hadits adalah Imam Muhammad nashiruddin al-Albani. Beliau meneliti status hadits di Jami’us Shaghir, dan membagi menjadi 2:
    – Shahih Jami’us Shaghir
    – Dhaif Jami’us Shaghir
  4. Kitab ini juga disyarah oleh beberapa ulama, diantaranya:
    – At-Tanwir Syarh al-Jami’ as-Shaghir, karya as-Shan’ani
    – Faidhul Qodir Syarh al-Jami’ as-Shaghir, karya al-Munawi.
    – al-Jami’ as-Shaghir wa Syarhuhu an-Nafi’ al-Kabir, karya al-Laknawi.
    – at-Taisir bi Syarhi al-Jami’ as-Shaghir, karya al-Munawi. Kitab ini adalah ringkasan dari faidhul Qadir.

Demikian, Allahu a’lam.

Sumber: Konsultasisyariah.com

(*/Arrahmah.com)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah