Pasukan “Israel” Hancurkan Desa Badui Palestina Untuk Ke-211 Kalinya

Oleh:

|

Kategori:

Penduduk Al-Araqib, sebuah desa Badui Palestina di gurun Negev, secara teratur dihadapkan pada pemindahan dan penghancuran rumah mereka di tangan pasukan “Israel”. [Menahem Kahana/AFP via Getty]

NAQAB (Arrahmah.id) – Pasukan “Israel” pada Ahad (25/12/2022) menghancurkan desa Badui Palestina Al-Araqib untuk ke-15 kalinya tahun ini, menurut laporan lokal Palestina.

Pasukan “Israel” menggerebek rumah dan secara paksa memindahkan penduduknya, termasuk wanita dan anak-anak, dan melanjutkan meruntuhkan rumah dan tempat penampungan penduduk, menurut badan Wafa Palestina.

Desa yang terletak di gurun Negev (Naqab) di “Israel” selatan dan 8 kilometer utara kota Beer’sheva ini, telah dihancurkan setidaknya 211 kali sejak 2010, dalam upaya untuk mengusir penduduk Palestina.

Pasukan “Israel” telah menargetkan desa tersebut dengan dalih dibangun tanpa izin hukum. Namun, penduduk Palestina kembali setiap kali dihancurkan, bertentangan dengan upaya “Israel” untuk mengusir mereka dari rumah mereka.

Desa itu terakhir dihancurkan awal bulan ini, pada 5 Desember, dan sebelumnya pada November, menurut kantor berita Turki TRT.

Rumah bagi setidaknya 22 keluarga, Al-Araqib diklasifikasikan sebagai salah satu dari banyak “desa Badui tak dikenal” di gurun Negev dianggap ilegal oleh pemerintah “Israel”. “Israel” mengklaim bahwa daerah itu adalah “tanah negara”.

Jumlah penduduk Al-Araqib sekitar 86 jiwa, menurut Wafa, dimana penduduknya hidup dari bertani dan beternak.

Rumah-rumah di desa ini sebagian besar terbuat dari kayu, plastik, dan seng.

Tanah dan rumah di Al-Araqib dibeli dan dibangun selama periode Utsmaniyah di Palestina, menurut LSM “Israel” Zochrot. Penduduk pada 1970-an dapat membuktikan kepemilikan mereka atas setidaknya 1.250 dunum (hektar) tanah melalui jalur hukum.

Otoritas “Israel” secara rutin berusaha untuk mengusir orang Badui dari rumah mereka di gurun Negev, mengancam akan menghancurkan rumah mereka dan menimbulkan kekerasan terhadap penduduk.

Orang Badui Palestina, yang berjumlah sekitar 240.000 orang di padang pasir, menghadapi pelanggaran hak asasi manusia yang besar seperti kurangnya aliran air dan listrik, serta terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan.

Pada Januari tahun ini, pasukan “Israel” menangkap puluhan pengunjuk rasa Palestina yang berdemonstrasi menentang upaya “Israel” untuk memindahkan paksa penduduk, untuk memberi jalan bagi proyek penanaman pohon oleh Dana Nasional Yahudi (JNF) yang kontroversial. (zarahamala/arrahmah.id)