Penghina Rasulullah Dibebaskan Polisi India, Massa Gelar Protes Lanjutan

Oleh:

|

Kategori:

Poster-poster yang mengecam anggota parlemen dari BJP, T. Raja Singh, tergeletak di seluruh area Kota Tua. [Foto : RAMAKRISHNA G/The Hindu]

NEW DELHI (Arrahmah.id) — Aksi protes massa berlangsung kembali di Hyderabad di negara bagian Telangana India setelah anggota parlemen dari Partai Bhartiya Janata (BJP), Thakur Raja Singh, yang sebelumnya ditangkap karena membuat pernyataan menghina tentang Nabi Muhammad, dibebaskan dengan jaminan.

Sebelumnya, anggota BJP dari Majelis Legislatif negara bagian ini, merilis sebuah video pada Senin (22/8/2022) yang menunjukkan dia membuat komentar menghina terhadap Rasulullah SAW.

Dia kemudian ditangkap pada Selasa (23/8) pagi setelah dilaporkan atas beberapa kasus saat protes muncul di beberapa tempat di kota itu pada Senin malam menuntut penangkapannya.

Pada Selasa malam, Singh keluar dari penjara setelah pengadilan setempat memberinya jaminan.

Hal itu memicu protes kembali yang berlanjut sepanjang malam di beberapa tempat di kota.

“Satu-satunya tuntutan semua orang adalah bahwa tindakan tegas harus diambil terhadapnya. Dia berulang kali membuat pernyataan yang menghina Islam,” kata Abdul Kader Saani, dikutip dari TRT World (24/8).

Pada Selasa, BJP memerintahkan penangguhan anggota parlemen dari partai, sambil menunggu penyelidikan. Di samping itu, menurut polisi Hyderabad, anggota BJP dari Majelis Legislatif negara bagian ini ditangkap pada Selasa pagi, setelah beberapa kasus didaftarkan terhadapnya di berbagai lokasi.

“Kami telah menangkapnya. Rincian lebih lanjut akan segera dibagikan,” kata seorang perwira polisi senior di Hyderabad, Joel Davis.

Belum lama ini juru bicara BJP, Nupur Sharma, membuat pernyataan menghina tentang Nabi Muhammad selama debat TV. Ini menimbulkan kecaman luas baik di dalam negeri maupun di dunia Muslim.

Pernyataannya dikutuk oleh pemerintah India. Partai BJP kemudian menskorsnya. Juru bicara BJP lainnya, Naveen Kumal Jindal, dikeluarkan dari partai karena membuat komentar di media sosial yang mendukung Sharma dan menentang Islam. (hanoum/arrahmah.id)