Pria Lansia Bersenjata Tembak 7 Orang Di Pusat Budaya Kurdi Paris

Oleh:

|

Kategori:

Penembakan terjadi di distrik ke-10 Paris yang merupakan rumah bagi populasi Kurdi yang besar [Getty]

PARIS (Arrahmah.id) – Seorang pria bersenjata berusia 69 tahun melepaskan tembakan ke pusat budaya Kurdi dan salon rambut di pusat kota Paris pada Jumat (23/12/2022), menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya, kata saksi dan jaksa penuntut.

Angka sebelumnya mengatakan dua orang telah meninggal.

“Ada tiga orang tewas, satu orang dalam perawatan intensif dan dua orang luka serius, dan tersangka yang ditangkap juga terluka, terutama di bagian wajah,” kata Laure Beccuau kepada wartawan di tempat kejadian.

Tembakan sesaat sebelum tengah hari (11.00 GMT) waktu setempat menyebabkan kepanikan di rue d’Enghien di distrik 10 ibu kota yang merupakan area ramai dengan berbagai toko, restoran, dan bar yang merupakan rumah bagi populasi Kurdi.

Para saksi mengatakan kepada AFP bahwa pria bersenjata itu, yang dijelaskan oleh polisi sebagai orang kulit putih dan dikenal karena dua percobaan pembunuhan sebelumnya, awalnya menargetkan pusat budaya Kurdi sebelum memasuki salon rambut terdekat tempat dia ditangkap oleh polisi.

“Kami melihat seorang pria kulit putih tua masuk kemudian mulai menembak di pusat budaya Kurdi, lalu dia pergi ke salon rambut di sebelah,” kata Romain, yang bekerja di restoran terdekat, kepada AFP melalui telepon.

Residen Emmanuel Boujenan mengatakan kepada AFP: “Ada orang yang panik, berteriak kepada polisi dan menunjuk ke salon ‘dia di sana, dia di sana, masuk’.”

Dia mengatakan dia melihat dua orang di lantai salon dengan luka kaki.

Pusat komunitas Kurdi, yang disebut Centre Ahmet Kaya, digunakan oleh sebuah badan amal yang bekerja untuk mengintegrasikan populasi Kurdi di wilayah Paris.

Pria bersenjata itu digambarkan oleh sumber polisi sebagai pria “Kaukasia”, berkebangsaan Prancis dan dikenal karena dua percobaan pembunuhan sebelumnya pada tahun 2016 dan 2021.

Motifnya masih belum jelas, tetapi identitas dan targetnya segera menimbulkan kecurigaan bahwa penembakan itu mungkin bermotif rasial.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin telah berulang kali memperingatkan tentang bahaya kekerasan kelompok sayap kanan di Prancis.

Penembak terluka dan “telah dibawa ke rumah sakit,” kata walikota distrik ke-10, Alexandra Cordebard, di lokasi penembakan.

Seorang penjaga toko di daerah itu mengatakan kepada AFP tanpa menyebut nama bahwa dia mendengar tujuh atau delapan tembakan, mengatakan “itu benar-benar panik. Kami mengunci diri di dalam.”

Kantor kejaksaan Paris mengatakan penyelidikan telah dibuka dan bahwa “seorang pria berusia antara 60 dan 70 tahun telah ditangkap dan ditahan”.

“Identitasnya sedang dalam proses pemeriksaan,” tambahnya.

Berita penembakan itu membuat kegelisahan di kota yang berulang kali menjadi sasaran kelompok teror sejak 2015. (zarahamala/arrahmah.id)