SDF Lancarkan Serangan Terhadap ISIS Setelah Kematian 6 Tentaranya

Oleh:

|

Kategori:

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) telah mengumumkan serangan terhadap ISIS. [AFP via Getty Images]

RAQQA (Arrahmah.id) – SDF (Pasukan Demokratik Suriah) mengatakan Kamis (29/12/2022) bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap milisi ISIS, beberapa hari setelah kelompok tersebut melancarkan serangan penjara yang mematikan.

Enam milisi Kurdi tewas pada Senin (26/12) ketika milisi ISIS menyerang sebuah kompleks di Raqqa, bekas ibu kota de facto kelompok tersebut di Suriah, dalam upaya untuk membebaskan sesama milisi yang dipenjara di sana.

SDF mengatakan serangan itu, yang dijuluki “Operasi al-Jazeera Thunderbolt”, bertujuan untuk “memusnahkan” orang-orang ISIS dari daerah-daerah yang telah menjadi “sumber serangan teroris baru-baru ini”.

SDF mengatakan operasi itu dilakukan bersama koalisi yang didukung AS, meskipun tidak ada konfirmasi langsung dari pasukan internasional bahwa mereka ikut ambil bagian.

Pernyataan SDF mengatakan bahwa selain serangan Raqqa yang digagalkan, milisi ISIS baru-baru ini melakukan delapan serangan di wilayah Suriah utara Deir Ezzor, Hasakeh dan kamp Al-Hol untuk orang-orang terlantar, yang menampung anggota keluarga milisi ISIS.

Merujuk serangan udara Turki baru-baru ini terhadap pasukan Kurdi di timur laut Suriah, SDF mengatakan ISIS mencoba untuk “mengambil keuntungan” dari situasi tersebut dengan “melakukan lebih banyak serangan teror”.

Setelah meroket di Irak dan Suriah pada 2014, kekhilafahan ISIS runtuh, tetapi para milisinya tetap ada.

Didukung oleh koalisi anti-jihadis internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat, SDF memelopori perang melawan ISIS di Suriah dan mengusir kelompok tersebut dari kubu terakhirnya di negara tersebut pada 2019.

ISIS terus mengklaim serangan di Irak dan Suriah, dan SDF secara teratur melancarkan operasi melawan jihadis di Suriah.

ISIS mengatakan serangan Senin (26/12) di Raqqa bertujuan untuk membalas “tahanan Muslim” dan kerabat perempuan mereka yang tinggal di kamp Al-Hol.

Pada September, otoritas Kurdi menangkap lebih dari 200 orang di Al-Hol menyusul penemuan terowongan dan gudang senjata yang digunakan oleh para jihadis. (zarahamala/arrahmah.id)