Sekolah Di Inggris Meminta Maaf Telah Melarang Rok Panjang Siswi Muslim

0 107

LONDON (Arrahmah.com) – Sebuah sekolah di Inggris telah mengancam mengambil tindakan hukum terhadap seorang siswi muslim, karena menggunakan rok terlalu panjang di sekolah. Kini pihak sekolah tersebut telah mencabut gugatannya dan meminta maaf.

Siham Hamud adalah seorang siswi di Uxbridge High School, di Hillingdon, London barat. Ia telah mengenakan rok sepanjang pergelangan kaki selama bertahun-tahun bersekolah.

Baru pada Desember 2020 lalu, pihak sekolah tiba-tiba menyuruhnya pulang untuk berganti pakaian sesuai dengan standar sekolah tersebut. Namun gadis tersebut menolak dan selalu menggunakan pakaian sekolah dengan rok yang panjang.

Sejak itu, ia terus dikirim pulang oleh pihak sekolah. Namun gadis muslim berusia 12 tahun itu tetap tidak mengganti pakaiannya hingga akhirnya tidak pernah kembali ke sekolah.

Tiga bulan kemudian pihak sekolah mengundang keluarganya dan mengatakan akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Tak gentar keluarga muslim tersebut menerimanya.

Namun, dilansir The Guardian (16/3/2021), pihak sekolah telah mencabut gugatannya dan mengirimkan surat permintaan maaf.

Setelah melewati masa-masa sulit itu, ayah Siham, Idris Hamud (55) mengaku lega begitu juga dengan pihak keluarga muslim mereka. Hamud mengaku senang, akhirnya pihak sekolah telah mendengarkan mereka.

“Kami sangat senang Siham bisa melanjutkan sekolahnya, dengan hak mengamalkan keyakinan agamanya engan mengenakan rok selebar pergelangan kaki dengan gaya yang sama dengan rok seragam sekolah,” ujarnya dilansir dari The Guardian.

Pihak sekolah juga telah mengirimkan surat permintaan maaf kepada keluarga Siham dan menegaskan tidak akan mengambil tindakan hukum jika Siham tidak dapat bersekolah.

“Kami berterima kasih kepada sekolah atas kesediaannya untuk bekerja menuju hasil yang adil dan positif,” kata Hamud.

“Ini adalah masa yang sulit dan kami lega karena sekarang masalah ini sudah selesai. Kami berterima kasih atas dukungan yang kami terima dari masyarakat luas,” tambah Hamud.

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar dari hampir 2,7 juta. Menurut Dewan Muslim Inggris (MCB), ada 400 ribu siswa Muslim di sekolah-sekolah Inggris, 90 ribu di antaranya adalah pelajar Muslim yang belajar di institusi pendidikan tinggi.

Dalam Islam, jilbab merupakan kewajiban bagi muslim perempuan untuk menutup aurat mereka dan bukan sebagai penanda berafiliasi pada kelompok tertentu. (Hanoum/Arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya