Moskow Prediksi Kebangkitan Khilafah 2.0

0 1.653

MOSKOW (Arrahmah.com) — Rusia memprediksi akan adanya kebangkitan khilafah 2.0 seperti yang sebelumnya digagas kelompok militan Islamic State (ISIS). Selain itu, negara Beruang Merah ini juga menyatakan bahwa risiko dari perlawanan kelompok milisi di seluruh dunia belum hilang, lapor RT (29/12/2021).

Moskow menilai kondisi tidak stabil di Timur Tengah dan Afghanistan menyebabkan tetap tumbuhnya kelompok militan Islam dan ancaman utama bagi keselamatan warga Rusia.

Dilansir RIA Novosti (29/12),Wakil Menteri Luar Negeri Oleg Syromolotov mengatakan bahwa situasi untuk melakukan perlawanan terhadap kelompok militan sangat menegangkan. Kelompok militan saat ini memperoleh keuntungan di benua Afrika.

“Di Afrika, terutama di zona Sahara-Sahel, Kementerian Luar Negeri Rusia pada dasarnya memprediksi adanya kemungkinan untuk kebangkitan kekhalifahan 2.0,” ujarnya.

Syromolotov juga mengatakan bahwa Moskow memantau dengan cermat situasi di Afghanistan sebab keberadaan Islamic State Khurasan Provience (ISKP) dan Al Qaeda masih nampak jelas dan kian menguat disana.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

Menyusul penarikan pasukan Barat dari Afghanistan, Rusia meningkatkan kehadirannya di wilayah tersebut. Rusia kemudian mengadakan latihan bersama dengan bekas republik Soviet seperti Uzbekistan dan Tajikistan di sepanjang perbatasan bersama sebagi upaya preventif untuk menjaga kehadiran kelompok militan.

Pada Juli, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa Operasi Barkhane, kampanye militer yang dipimpin Prancis melawan militan Islam di Mali, akan selesai pada awal 2022.

Pada September, Mali yang ditinggal Prancis kemudian mempekerjakan1.000 tentara bayaran dari Grup Wagner Rusia untuk memerangi kelompok militan Islam yang semakin kuat.

Mengingat semakin kuatnya kelompok Islam di wilayah Afrika, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan kepada RT bahwa Rusia dan Eropa harus meningkatkan upaya membantu negara-negara wilayah Sahel yang sedang diperangi kelompok militan Islam sebelum akhirnya dapat merubahnya menjadi lebih besar. (hanoum/arrahmah.com)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah