Siapa Sajakah Kelompok yang Ikut Berperang di Ukraina?

0 1.172

KIEV (Arrahmah.id) — Pertempuran antara Rusia vs Ukraina masih bergejolak. Sejak awal invasi Negeri Beruang Merah ke Ukraina pada 24 Februari lalu, korban perang kian berjatuhan.

Saat ini pertempuran tidak hanya melibatkan kekuatan tempur masing-masing negara, tetapi melibatkan kelompok lain, mulai dari pasukan khusus sampai relawan internasional.

Lantas siapa saja kelompok yang terlibat dalam pertempuran Rusia dan Ukraina?

1. Pasukan Militer Rusia

Pasukan khusus Spetnaz Rusia. [Foto : Cobra TS]

Berdasarkan Global Fire Power, saat ini Rusia sendiri menduduki peringkat kedua dari total 140 negara yang memiliki pasukan militer.

Negeri Beruang Merah itu memiliki total 1,35 juta serdadu yang terdiri dari 850 ribu prajurit aktif, 250 ribu tentara cadangan, dan 250 ribu sisanya paramiliter.

Rusia memiliki 4.173 pesawat tempur dan lebih dari 2.000 helikopter. Mereka juga memiliki 12.420 tank, 3.391 peluncur roket, dan 70 kapal selam.

Sampai pertengahan Maret ini, Rusia telah mengirim 190 ribu serdadu ke perbatasan Ukraina.

2. Pasukan Milter Ukraina

Pasukan Serangan Udara Ukraina menghadiri latihan militer di Wilayah Zhytomyr, Ukraina, 21 November 2021. [Foto : Reuters]

Ukraina memiliki 42 pesawat tempur, lima pesawat misi khusus, 111 helikopter, dan 34 helikopter serang.

Sebagian besar alat utama sistem pertahanan (alutsista) Ukraina juga berasal dari teknologi bekas Uni Soviet.

Dari segi pertahanan darat Ukraina memiliki 2.430 tank, 11.435 kendaraan lapis baja, 785 artileri otomatis, dan 550 proyektor roket.

Untuk kekuatan laut, Ukraina memiliki 25 kapal militer, tidak memiliki kapal induk dan kapal selam, serta tak memiliki kapal penghancur, satu fregat, dan 11 kapal patroli.

3. Pasukan Chechnya


Pasukan Chechnya masuk ke wilayah Ukraina. [Foto : Reuters]

Rusia mengirim ribuan pasukan Chechen dari Republik Chechnya untuk membuat pejuang Ukraina gentar.

Pakar dari agensi pertahanan intelijen Janes, James Rands, mengatakan keberadaan pasukan Chechen diyakini mampu menambah teror psikis terhadap para pejuang Ukraina.

“Rusia begitu getol memperlihatkan video mereka (Chechen). Mereka ngunggah video para pasukan Chechen tengah salat di dalam hutan,” ujar James seperti dikutip dari iNews.

Chenchen memiliki perawakan yang berbeda, mereka memiliki jenggot tebal dengan badan besar. Mereka tidak seperti bangsa Slavia.

Chechen dikenal dengan reputasinya yang amat brutal dalam membasmi pemberontak.

4. Resimen Azov Ukraina

Batalion Azov. [Foto : Marca]

Batalion Azov atau yang dikenal dengan Resimen Azov merupakan paramiliter atau pasukan milisi relawan Ukraina yang didirikan pada Mei 2014.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

Para batalion yang sebagian besar bermarkas di Kota Mariupol merupakan kelompok militer yang terlatih dengan baik dan terdiri dari nasionalis dan radikal sayap kanan.

Rusia pun menuduh Batalion Azov sebagai kelompok ekstremis Neo-Nazi yang mengganggu stabilitas keamanan di negara mereka.

Mulanya, Azov merupakan milisi sukarelawan yang dibentuk di kota Berdyansk untuk mendukung tentara Ukraina dalam memerangi separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

Beberapa pejuangnya berasal dari kelompok sayap kanan Pravyi (Sektor Kanan), yang anggota intinya merupakan warga Ukraina timur dan berbicara bahasa Rusia.

Kelompok itu juga sempat menganjurkan persatuan bangsa Slavia Timur yang terdiri dari Rusia, Belarusia, dan Ukraina. Kala itu, para pejuang Azov terdiri dari pendukung sepak bola dan yang lainnya dari kalangan nasionalis.

5. Tentara Bayaran Rusia Wagner Group

Tentara bayaran Rusia Wagner Group. [Foto : The Daily Beast]

Tentara Bayaran Rusia Wagner Group merupakan pasukan yang dibayar oleh Rusia untuk membantunya melawan Ukraina.

Kehadiran Wagner Group bukanlah sebuah kejutan karena mereka sudah beberapa kali menjalin kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Wagner Group dituding menjadi bagian dari upaya separatisme di Luhansk dan Donetsk agar berpisah dari Ukraina. Mereka juga ditengarai terlibat pertempuran di beberapa negara Afrika seperti Libya, Suriah, Mozambique, Mali, Sudan, dan Republik Afrika Tengah.

Berdasarkan laporan Uni Eropa, Wagner Group dibentuk oleh mantan tentara Rusia Dmitry Utkin pada 2014 sebagai organisasi militer swasta. Ia pernah bertugas sebagai agen Badan Intelijen Federal Rusia (GRU) dengan pangkat Letnan Kolonel.

Pada 2016, Utkin pernah diundang oleh Putin ke Istana Kremlin pada sebuah acara penyerahan penghargaan bagi tentara yang bertugas di Ukraina dua tahun sebelumnya.

Seorang pengusaha Rusia Yevgeny Prigozhin dikabarkan menjadi salah satu pengalir dana operasional Wagner Group, sekaligus menyediakan amunisi dan pesawat udara. Sayangnya, belum ada informasi jelas besaran anggaran Wagner Group dan upah anggotanya.

6. Milisi Asal Suriah

Rusia merekrut pejuang Suriah dengan harapan bahwa kemampuan mereka dalam jarak dekat dapat membantu merebut Kyiv. [Foto : Anas Alkharboutli/Getty Images]

Putin disebut setuju untuk merekrut sukarelawan dari Timur Tengah, khususnya Suriah untuk membantu pasukan Negeri Beruang Merah melawan Ukraina demi merebut Kyiv.

Proses perekrutan disebut telah berlangsung di berbagai wilayah Suriah. Pada Jumat (11/3), Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengungkapkan terdapat 16 ribu pendaftar asal Timur Tengah. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci daftar negara yang ikut berpartisipasi.

Sejumlah aktivis oposisi Suriah mengatakan Rusia baru-baru ini memulai upaya perekrutan di Suriah untuk perang Ukraina. Namun sejauh ini skala upaya tersebut dalam jumlah yang jauh lebih rendah.

Aktivis Omar Abu Layla mengatakan perekrutan yang dijalankan oleh Kelompok Wagner telah berlangsung selama berhari-hari di provinsi timur Deir el-Zour dekat perbatasan dengan Irak. Abu Layla mengatakan bahwa puluhan orang telah mendaftar di provinsi tersebut.

Dia juga mengklaim Rusia menawarkan sukarelawan dari negara bayaran sebesar $200 dan $300 untuk beroperasi sebagai penjaga keamanan di Ukraina selama enam bulan.

7. Relawan Internasional Pro-Ukraina

Seorang pria membawa perlengkapan tempur saat meninggalkan Polandia untuk berperang di Ukraina, di perbatasan di Medyka, Polandia, 2 Maret 2022. [Foto : AP/Markus Schreiber]

Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina, Yevhen Yenin, mengatakan Ukraina telah membentuk legiun internasional dari relawan asing, Selasa (8/3) lalu. Kombatan asing yang bertarung melawan Rusia juga diizinkan untuk mendaftarkan diri menjadi warga negara Ukraina.

“Ukraina membentuk Legiun Internasional Pertahanan Wilayah yang beranggotakan warga asing yang ingin bergabung melawan agresor Rusia dan mempertahankan keamanan global,” kata Yenin dalam media pemerintah Ukraina, Ukrinform, dikutip dari CNN.

Tak hanya itu, Yenin mengklaim orang yang mendaftar ke unit tersebut juga semakin meningkat. Meski demikian, CNN belum bisa mengonfirmasi jumlah tersebut. (hanoum/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah