Pemimpin Chechnya Kadyrov vs Pejabat Kremlin; Bertikai Saling Tuduh Tidak Setia

0

GROZNY (Arrahmah.id) — Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menuduh juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov, tidak setia dengan alasan tidak maumengakui patriotisme pasukan Chechnya dalam pertempuran di Ukrainan. Sebaliknya, sejumlah lingkaran dalam Kremlin mencurigai Kadyrov berencana merebut kendali elit keamanan Rusia.

Sebelumnya, Ramzan Kadyrov juga mengkritik Vladimir Medinsky, kepala delegasi Kremlin pada perundingan dengan Ukraina yang hasilnya tentara Rusia akhirnya menarik mundur kekuatannya dari Kiex. Kadyrov menyarankan agar mulut Medinsky ditutup lakban.

Seorang pelapor yang dikenal sebagai Angin Perubahan dari dinas keamanan Rusia mengatakan bahwa Kadyrov telah lancang untuk terus melakukan invasi ke Ukraina.

“Sepertinya dia telah memutuskan untuk bangkrut. Kadyrov meluncurkan kampanye yang kuat di Kremlin untuk mendiskreditkan para pemimpin keamanan. Dia nampaknya ingin mengambil alih sayapa keamanan,” tulis pelapor yang tidak disebutkan namanya dalam pesan yang diterbitkan oleh Vladimir Osechkin, seperti dilansir The Times (4/4/2022).

Tatiana Stanovaya, seorang analis politik Kremlin, mengatakan bahwa terlalu mengada-ada untuk memikirkan Kadyrov dapat mengambil kendali sayap keamanan Rusia.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

“Kadyrov adalah masalah bagi Kremlin,” katanya. “Seharusnya Putin memanggilnya ke Kremlin dan memberitahunya bahwa ada garis merah yang tidak bisa dia (ket: Kadyrov) lewati.”

Stanovaya menambahkan bahwa sejumlah elit Kremlin saat ini ingin mengakhiri perang dengan segera. Bukan malah terus mengobarkan peperangan.

Stanovaya menduga, awal pertikaian Kadyrov dengan sejumlah elit Kremlin khususnya Peskov dimulai sejak Peskov gagal memberi selamat kepada Kadyrov pasca dipromosikan menjadi letnan jenderal. Peskov justru menyebut Ivan Urgant, seorang presenter TV yang memposting pesan anti-perang ke media sosial, sebagai “patriot hebat.”

Peskov sendiri berusaha untuk mengabaikan komentar Kadyrov, dengan mengatakan bahwa tidak ada gunanya bagi para pejabat untuk mencoba dan mengalahkan satu sama lain dengan membuktikan siapa yang paling patriotik.

Kadyrov adalah mantan pejuang kemerdekaan yang sebelumnya memerangi Rusia. Namun pada tahun 2000 dia beralih dan berjanji setia pada Putin serta berbalik memerangi pejuang kemerdekaan lainnya. Dia memerintah Chechnya, sebuah republik berpenduduk mayoritas Muslim di Rusia selatan, setelah diwarisi tahta oleh ayahnya. (hanoum/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah