Meshaal: Dukungan Al-Qaradhawi untuk Perjuangan Palestina Akan Membuahkan Hasil

0

GAZA (Arrahmah.id) – Kepala Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan  yang ditanamkan oleh Syaikh Yusuf al-Qaradawi dalam ilmu pengetahuan dan dukungannya untuk perjuangan perlawanan Palestina suatu hari akan membuahkan hasil, dengan membebaskan Palestina dari penjajahan dan pendudukan Israel.

“Kami akan membangun di lapangan di Palestina dan mercusuar dengan nama al-Qaradhawi,” kata Khaled Meshaal, Selasa (27/9/2022), lansir Palinfo.com.

Dia menambahkan dalam pidatonya selama pemakaman Sheikh Al-Qaradawi ke tempat peristirahatan terakhirnya di ibukota Qatar, Doha, “Kita berdiri di depan sebuah makam besar untuk seorang lelaki hebat, yang menjalani seluruh hidupnya untuk Allah, dan merupakan seorang imam dalam segala disiplin pengetahuan dan bidang kerja dakwah dan jihad.”

“Saya mengenal Syekh Al-Qaradawi hampir 40 tahun yang lalu. Dia bukan hanya seorang ayah bagi putra dan putrinya, tetapi ayah bagi kita semua, bagi saya dan bagi generasi saya. Kami adalah murid-muridnya yang bangga bahwa kami diajari olehnya prinsip-prinsip ilmu, moderasi dan jalan tengah, dan hidup dengan cita-cita umat. Palestina, Al-Quds dan Al-Aqsha hadir dalam pikiran dan hatinya. Ia hidup untuk tujuan ini dan persoalan umat seluruhnya dan dia meninggal dunia di atas perjanjian itu, sebagaimana dia hidup di dalamnya,” lanjut Meshaal.

Meshaal mengungkapkan, Palestina hari ini, Al-Quds, dan Al-Aqsha kehilangan Syekh Al-Qaradawi, karena nyatanya memang Palestina kehilangan dan menjadi saksi atas perjuangan beliau,” ujarnya.

“Detik ini saatnya mengungkap fakta bersejarah di tahun tahun 90an abad lalu ketika kita ingin menghimpun umat untuk berjuang demi Al-Quds dan Palestina dan tidak yang paling menemukan sosok paling berpengaruh melebihi Syekh Yusuf Al-Qardhawi. Dimana sebagian besar ulama dan pemimpin paling di timur dan barat berusaha berjuang menghimpun umat untuk Palestina sampai terwujud harapan dan cita-cita di tahun 2001 untuk menggelar konferensi di Beirut yang diumumkan berdirinya lembaga Al-Quds Internasional,” terang Meshaal.

Meshaal menambahkan, ketika Zionis menyerang Gaza dalam agresi 2008-2009, Syekh Al-Qaradawi dan para pemimpin bangsa datang ke Damaskus untuk membela perjuangan dan perlawanan Palestina dan mereka bertemu dengan para pemimpin wilayah untuk menuntut mereka agar tidak membiarkan Gaza yang beliau kunjungi bersama para ulama 10 tahun lalu sebagaimana beliau pernah mengunjunginya di saat masih remaja. Palestina bangga dengan kunjungannya.

Nikmati video-video rilisan Arrahmah.id dengan versi lengkap tanpa ada sensor dan pembatasan...

Meshaal menegaskan, generasi umat dari kalangan santri Al-Banna dan Al-Qaradhawi, memimpin konvoi mujahidin yang datang ke Palestina dari Mesir, Suriah dan Yordania.

“Dan kini, hari ini kita berbelasungkawa kepada Mesir yang telah melahirkan Al-Qaradhawi, dan kami berbelasungkawa kepada Qatar yang selama ini menampung dan menjaganya, dan kami berbelasungkawa kepada seluruh umat yang menganggapnya sebagai pemimpin,” ujar Meshaal.

Mishaal mengatakan, tidak ada ulama yang mendapatkan simpati dan dukungan melebihi yang dinikmati al-Qaradawi dari konsensus umat dan bangsa yang mencintainya, karena dia tegas membela mereka dan dengan kebangkitan dan revolusinya dan dengan cinta mereka pada kebebasan.

“Ia berkeliling ke enam benua di seluruh dunia menyerukan moderasi dan jalan tengah Islam dengan sentuhan kemanusiaan yang lembut. Bagaimana saya melihatnya mencintai orang-orang, dan faksi-faksi Palestina yang tidak membedakannya dari yang lain, meskipun referensi ideologisnya berbeda, karena dia memeluk dengan pikirannya yang besar dan dada yang lembut setiap Arab, Muslim dan Palestina, seolah-olah mereka semua memiliki bagian dalam Syekh Al-Qaradhawi,” ungkap Meshaal.

“Selama saya mendapat kehormatan untuk mengunjunginya di rumahnya, sampai kunjungan perpisahan terakhir beberapa minggu yang lalu, saya melihat wajahnya yang cerah. Meski penyakit menghancurkan tubuhnya, tetapi dia tetap memiliki wajah yang cerah, tetapi Tuhan menghormatinya dengan wajah cerah. Sampai detik-detik terakhir, ia mendapatkankan kharismatik dari para ulama di saat berjumpa dengan Allah,” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Nikmati video-video rilisan Arrahmah.id dengan versi lengkap tanpa ada sensor dan pembatasan...