RIYADH (Arrahmah.id) - Afghanistan dan Arab Saudi berupaya memperluas kerja sama di sektor energi, termasuk energi terbarukan serta investasi di bidang minyak dan gas.
Mohammad Younus Akhundzada, Menteri Energi dan Air Imarah Islam, bertemu dengan Mohammad Ibrahim, Wakil Menteri Energi Arab Saudi, dalam kunjungannya ke kerajaan tersebut.
Kedua belah pihak membahas perluasan kerja sama dalam energi surya dan angin, pertukaran keahlian, serta peluncuran inisiatif bersama, lansir Tolo News (16/10/2026).
Matiullah Abid, juru bicara Kementerian Energi dan Air, mengatakan: "Menteri Energi dan Air telah mengundang Wakil Menteri Energi Arab Saudi beserta para pejabat teknis dari kementerian tersebut untuk melakukan kunjungan resmi ke Afghanistan."
Menurut kementerian itu, pihak Arab Saudi berjanji akan mengirimkan tim teknis ke Afghanistan untuk menjajaki peluang kerja sama.
Kontrak untuk eksplorasi dan ekstraksi minyak serta gas di cekungan minyak Kushk–Tir Pul, yang ditandatangani antara Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan dengan perusahaan Arab Saudi, Delta International, juga merupakan bagian dari upaya untuk memperluas kerja sama energi antara kedua negara.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, perusahaan itu akan menginvestasikan dana awal sebesar 200 juta dolar AS untuk eksplorasi dan ekstraksi di tujuh ladang gas yang berada di cekungan tersebut.
Sejumlah analis ekonomi menyatakan bahwa memperluas kerja sama dan menarik investasi asing di sektor energi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri serta mengurangi ketergantungan Afghanistan terhadap impor.
Abdul Shakoor Hadawal, seorang analis ekonomi, mengatakan: "Jika Kabul dan Riyadh menandatangani perjanjian di sektor air dan energi, kita bisa memperoleh manfaat besar dari pengalaman Arab Saudi, mengingat negara tersebut memiliki keahlian yang mumpuni di bidang energi, khususnya minyak dan gas."
Abdul Nasir Reshtia, analis ekonomi lainnya, berpendapat: "Afghanistan menghadapi kekurangan modal yang parah. Jika pertemuan dengan para pejabat Arab Saudi dapat meyakinkan negara tersebut untuk berinvestasi di sektor energi Afghanistan, hal ini akan mengurangi ketergantungan kita pada negara-negara kawasan dalam hal energi serta menciptakan peluang bagi pertumbuhan ekonomi."
Afghanistan saat ini mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan energinya; oleh karena itu, peningkatan investasi di berbagai sektor energi dapat membantu memperkuat kapasitas produksi dalam negeri. (haninmazaya/arrahmah.id)
