MADINAH (Arrahmah.id) -- Sebuah dokumen yang beredar di media sosial sejak Rabu (28/10/2026) memuat hampir 100 nama penulis yang bukunya disebut dibatasi di Universitas Islam Madinah. Dokumen itu dikaitkan dengan departemen urusan perpustakaan kampus.
Dilansir The Observer Post (28/10/2026), masuknya nama penulis dalam daftar tidak otomatis berarti semua bukunya dilarang atau bahwa pembatasan meluas di luar perpustakaan kampus. Dasar kebijakannya, apakah penilaian akademik, aturan pengelolaan perpustakaan, atau pertimbangan lain, juga belum jelas.
The Observer Post juga menulis bahwa belum jelas apakah universitas telah menyetujui daftar itu secara resmi, dan apakah pembatasan berlaku untuk seluruh karya atau buku tertentu saja. Nmaun beberapa sumber menyebut pelarangan buku 100 ulama, termasuk dua pendiri awal kampus, Abul A’la al-Maududi dan Abul Hasan al-Nadwi, serta karya Hasan al-Banna dan Sayyid Qutb.
Media itu juga menyebut sebagian nama dalam daftar adalah ulama yang kini ditahan oleh kerajaan Arab Saudi, termasuk Salman al-Awdah dan Safar al-Hawali.
Langkah serupa pernah terjadi di Arab Saudi. Pada 2015, Kementerian Pendidikan Saudi dilaporkan memerintahkan penarikan sekitar 80 buku dari perpustakaan sekolah, termasuk karya Sayyid Qutb, Hasan al-Banna, dan Yusuf al-Qaradawi, serta sejumlah karya al-Maududi. (hanoum/arrahmah.id)
