Memuat...

Drone 'Israel' Tewaskan Tiga Jurnalis Komite Bantuan Mesir di Jalur Netzarim

Zarah Amala
Kamis, 22 Januari 2026 / 4 Syakban 1447 10:14
Drone 'Israel' Tewaskan Tiga Jurnalis Komite Bantuan Mesir di Jalur Netzarim
Para jurnalis yang tewas diidentifikasi sebagai Mohammad Salah Qeshta, Abdel Raouf Shaat, dan Anas Ghoneim. (Foto: AJA)

GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' menewaskan tiga jurnalis Palestina yang bekerja untuk Komite Bantuan Mesir pada Rabu (21/1/2026). Ketiganya gugur setelah serangan drone 'Israel' menghantam wilayah Netzarim, sebelah selatan Kota Gaza, demikian konfirmasi dari sumber medis dan pertahanan sipil.

Ketiga jurnalis tersebut diidentifikasi sebagai Mohammad Salah Qeshta, Abdel Raouf Shaat, dan Anas Ghoneim. Mereka sedang bertugas mendokumentasikan kondisi di kamp-kamp pengungsian yang diawasi oleh komite Mesir ketika kendaraan mereka menjadi sasaran.

Munir al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, menyatakan kepada Al-Jazeera bahwa ketiga jurnalis tersebut sedang melakukan kerja media kemanusiaan saat serangan terjadi. Pihak Pertahanan Sipil Gaza menekankan bahwa para korban mengenakan atribut pers yang terlihat jelas dan sedang melakukan dokumentasi lapangan. Jenazah mereka telah dievakuasi ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah.

Radio militer 'Israel' mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan kendaraan yang diduga terlibat dalam pengoperasian drone untuk tujuan intelijen. Namun, tidak ada bukti yang diberikan untuk mendukung klaim tersebut, dan media Israel hanya menyebut para korban sebagai "tersangka".

Sumber-sumber Palestina menolak narasi 'Israel' tersebut dan mencatat bahwa para jurnalis adalah bagian dari misi media kemanusiaan resmi yang terkait dengan upaya bantuan Mesir, salah satu saluran mediasi dan bantuan utama di Gaza.

Hamas menggambarkan serangan itu sebagai "kejahatan perang" dan "eskalasi berbahaya". Mereka menuduh 'Israel' sengaja menargetkan jurnalis dan pekerja kemanusiaan untuk menghambat bantuan serta mengintimidasi para mediator. "Penargetan jurnalis yang bekerja di bawah naungan Komite Bantuan Mesir adalah pesan ancaman yang menolak transisi ke fase kedua gencatan senjata," tulis Hamas dalam pernyataannya.

Gerakan Jihad Islam Palestina juga menyatakan bahwa serangan itu bukanlah kesalahan medan perang, melainkan pesan politik untuk menyabotase upaya kemanusiaan. "Ini adalah serangan terhadap para mediator itu sendiri, terutama Mesir," tegas kelompok tersebut.

Pembunuhan ketiga jurnalis ini terjadi di tengah eskalasi serangan Israel yang lebih luas di Gaza. Sumber medis melaporkan sedikitnya 11 warga Palestina tewas pada Rabu (21/1) akibat serangan udara, tembakan artileri, dan serangan drone di Gaza tengah dan selatan.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, 'Israel' terus melakukan pelanggaran harian. Selama dua tahun perang di Gaza, lebih dari 71.000 warga Palestina telah gugur, lebih dari 171.000 terluka, dan sekitar 90% infrastruktur sipil hancur. Kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa penargetan jurnalis bertujuan untuk membungkam pendokumentasian krisis kemanusiaan di Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinePalestinajurnalisserangan israelKomite Bantuan Mesir