MADINAH (Arrahmah.id) -- Video perjalanan seorang influencer 'Israel', Adam Jano, di sekitar Masjid Nabawi, Madinah, memicu perdebatan di media sosial setelah terungkap bahwa ia menyembunyikan paspor 'Israel' saat bepergian di Arab Saudi.
Dalam laporan yang diterbitkan pada 10 Oktober 2026, media 'Israel' Ynet (10/10/2026) menyebut Jano memasuki kerajaan itu menggunakan paspor asing, tetapi hampir terungkap ketika petugas memeriksa tasnya di halaman masjid yang menjadi salah satu tempat tersuci umat Islam.
Menurut pengakuan Jano kepada Ynet, kejadian tersebut berlangsung ketika petugas yang disebutnya sebagai polisi keagamaan menanyakan apakah dirinya Muslim. Setelah ia menjawab bukan, petugas meminta dan memeriksa tasnya. Paspor 'Israel' miliknya tersimpan di kompartemen bagian dalam dan tidak ditemukan dalam pemeriksaan tersebut. Jano mengaku kejadian itu membuatnya ketakutan karena ia bepergian bersama istri dan anaknya.
Jano, warga komunitas Klil di Israel utara, mengunjungi Arab Saudi untuk kedua kalinya dengan menggunakan paspor negara lain. Dalam perjalanan yang dilaporkan Ynet, ia mendatangi sejumlah lokasi, termasuk Riyadh, Madinah, AlUla, Tabuk, dan Hofuf.
Ia juga merekam perjalanan serta interaksinya dengan warga setempat. Cuplikan yang memperlihatkannya berada di sekitar Masjid Nabawi kemudian dibagikan ulang di media sosial dan menuai kritik dari sejumlah pengguna yang mempertanyakan tujuan serta cara ia melakukan perjalanan tersebut.
Ynet juga melaporkan bahwa Jano mengaku ingin mencari jejak sejarah Yahudi di Arab Saudi dan bertemu dengan orang-orang yang menurutnya memiliki identitas Yahudi tetapi tidak mengungkapkannya secara terbuka. Ia menceritakan pertemuan dengan pasangan di Riyadh dan rencana menemui seseorang di dekat Tabuk.
Dalam perjalanan tersebut, Jano juga mengunjungi sebuah formasi batu di dekat kawasan Al-Bada yang oleh sebagian orang dikaitkan dengan kisah Nabi Musa. Ia dilaporkan mengenakan tefillin, perlengkapan ibadah Yahudi, di dekat batu tersebut.
Perjalanan Jano berlangsung ketika Arab Saudi dan 'Israel' belum memiliki hubungan diplomatik resmi. Paspor 'Israel' juga tidak tercantum dalam daftar kewarganegaraan yang memenuhi syarat untuk mengajukan visa wisata elektronik standar Saudi.
Portal resmi pariwisata Saudi menyatakan bahwa warga negara yang tidak termasuk dalam daftar tersebut perlu mengurus prosedur visa melalui perwakilan diplomatik Saudi. Karena itu, penggunaan paspor asing oleh Jano menjadi bagian penting dari kisah perjalanannya. (hanoum/arrahmah.id)
