KHOST (Arrahmah.id) - Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani, saat berbicara di panti asuhan pusat di provinsi Khost, menyatakan bahwa Imarah Islam memberikan pengasuhan bagi anak-anak dari anggota mereka, mantan personel militer pemerintah, maupun warga sipil tanpa membeda-bedakan.
Menurut Haqqani, saat ini Imarah Islam mendukung hampir 400.000 anak yatim di seluruh Afghanistan dan akan terus berfokus pada pengasuhan serta pendidikan mereka, lansir Tolo News (3/11/2026).
“Imarah Islam saat ini mendukung 394.450 anak yatim, yang mencakup 95.730 anak dari kalangan Mujahidin kami, 79.000 anak dari mantan personel pemerintah, dan 219.270 anak yatim dari kalangan warga sipil,” ujar Haqqani.
Berbicara kepada anak-anak yatim tersebut, Haqqani mengatakan bahwa ayah mereka telah mencapai tujuan yang diperjuangkan hingga mengorbankan nyawa—merujuk pada berdirinya Imarah Islam di Afghanistan.
Ia menambahkan: “Mereka mengorbankan diri demi agama Allah, dan meskipun mereka tidak lagi bersama kita, syukurlah, tujuan tersebut telah tercapai.”
Penduduk Khost menyambut baik upaya Imarah Islam dalam mendukung anak-anak yatim, namun mereka mencatat bahwa masih banyak anak yang membutuhkan akses terhadap pendidikan dan pengasuhan.
Seorang warga Khost, Khalid Faizani, mengatakan bahwa panti asuhan sangatlah penting di Afghanistan karena konflik selama beberapa dekade telah menyebabkan banyak anak kehilangan orang tua atau wali.
Warga lainnya, Fazal Karim, menyambut baik dukungan yang diberikan kepada anak-anak yatim tersebut dan berharap agar layanan serupa dapat diperluas ke seluruh provinsi.
Sementara itu, 50 pelajar yatim piatu telah lulus dari panti asuhan pusat di Khost setelah menyelesaikan program hafalan dan pembacaan Al-Qur'an. (haninmazaya/arrahmah.id)
