GAZA (Arrahmah.id) - Sedikitnya lima warga Palestina gugur dan sekitar 40 lainnya terluka akibat serangkaian serangan militer 'Israel' di Jalur Gaza pada Rabu (28/10/2026). Serangan tersebut meliputi gempuran udara, tembakan dari pesawat nirawak (drone), dan penembakan artileri.
Dilansir Al Jazeera, serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari pelanggaran berulang Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pada 10 Oktober 2025.
Di kawasan Tuffah, timur laut Kota Gaza, sebanyak 11 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka setelah artileri 'Israel' menghantam sebuah rumah di dekat persimpangan Al-Sanafour.
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa tim medis mereka mengevakuasi 11 korban ke rumah sakit lapangan Al-Saraya di Kota Gaza.
Sementara itu, di wilayah Al-Mawasi, Rafah, Gaza selatan, serangan drone 'Israel' terhadap sebuah pos pemerintah di sekitar Masjid Muawiyah menewaskan tiga warga Palestina dan melukai 15 lainnya. Lima korban dilaporkan mengalami luka serius.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan drone 'Israel' menyerang pos milik Kementerian Perekonomian di utara kawasan Al-Mawasi, Rafah. Beberapa jam kemudian, seorang sumber medis melaporkan bahwa korban keempat meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya dalam serangan tersebut.
Menurut sumber-sumber lokal yang dikutip Anadolu, pos tersebut bertugas memantau aktivitas truk komersial yang memasuki Jalur Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom. Serangan itu dilaporkan menewaskan dan melukai sejumlah pegawai dari berbagai kementerian di pemerintahan Gaza.
Di Khan Yunis, Gaza selatan, Muhammad Alyan Al-Bayouk (33) gugur dan tiga orang lainnya terluka setelah drone 'Israel' menyerang atap sebuah rumah di pusat kota tersebut. Salah satu korban luka adalah seorang perempuan lanjut usia.
Dalam serangan terpisah, lima warga Palestina mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda akibat serangan drone terhadap kerumunan warga sipil di Jalan Al-Tinah, kawasan Al-Mawasi, Khan Yunis.
Di Gaza tengah, tiga warga Palestina terluka, dua di antaranya dalam kondisi serius, setelah serangan 'Israel' menyasar pejalan kaki di Jalan Al-Ishrin, sebelah utara Kamp Pengungsi Nuseirat. Seorang warga lainnya mengalami luka sedang akibat tembakan drone 'Israel' di sebelah timur Deir al-Balah.
Korban Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Bertambah
Hingga Rabu (28/10), pelanggaran 'Israel' terhadap kesepakatan gencatan senjata telah menewaskan 1.568 warga Palestina dan melukai 5.648 lainnya, menurut data yang dikutip Al Jazeera.
Sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang. Serangan tersebut juga menyebabkan kehancuran besar-besaran, dengan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza dilaporkan rusak. (zarahamala/arrahmah.id)
