GAZA (Arrahmah.id) - Kehilangan ratusan anggota keluarga akibat serangan 'Israel' tak membuat Maryam al-Hasayneh berhenti berbuat baik. Perempuan Palestina berusia 50-an tahun itu kini merawat 150 anak yatim di Gaza, sebagai upaya memberikan kasih sayang yang juga sangat dirindukannya setelah kehilangan keluarga sendiri.
Dilansir Al Jazeera pada Kamis (22/10/2026), Maryam kehilangan 310 anggota keluarganya, termasuk 38 orang terdekat yang terdiri dari anak-anak dan cucunya. Mereka gugur dalam serangan udara 'Israel' di Kota Gaza pada 23 Desember 2023.
Tragedi itu juga merenggut nyawa cucu kecilnya, Maryam, yang sempat diselamatkan dari reruntuhan bangunan dalam kondisi mengalami cedera parah di kepala. Sang cucu bertahan hidup selama tiga hari sebelum meninggal dalam pelukannya.
Maryam mengaku sangat berharap cucunya bisa tumbuh dewasa, melanjutkan pendidikan, dan menjadi dokter agar dapat membantu orang lain. Namun, harapan itu pupus akibat perang.
Dari kehilangan tersebut, Maryam kemudian tergerak merawat anak-anak yatim dari keluarganya. Inisiatif pribadi itu berkembang menjadi pendirian lembaga Dar ar-Rahmah untuk Anak Yatim. Ia menyewa dan melengkapi sebuah tempat penampungan yang kini menampung 150 anak, sebagian besar kehilangan ayah dan ibu mereka.
“Ketika melihat anak-anak ini, saya melihat anak-anak dan cucu-cucu saya sendiri, serta seluruh keluarga yang telah saya kehilangan. Mereka membutuhkan cinta dan kasih sayang setiap saat,” kata Maryam kepada Al Jazeera.
Menurut data Kementerian Pembangunan Sosial Gaza, sekitar 65 ribu anak tercatat sebagai yatim, termasuk 54.468 anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua. Sebanyak 16.798 anak lainnya kini tinggal bersama kakek-nenek mereka setelah kehilangan atau terpisah dari orang tua.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat 74.382 orang gugur dan 175.416 lainnya terluka sejak perang dimulai lebih dari tiga tahun lalu, berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)
