POHUWATO (Arrahmah.id) — Tragedi memilukan terjadi di kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Tebing di area tambang tiba-tiba longsor dan menimbun sejumlah penambang yang tengah beraktivitas.
Lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Peristiwa tersebut terjadi ketika tebing tinggi di lokasi pertambangan mendadak bergeser dan ambrol. Material tanah dalam jumlah besar kemudian runtuh ke bawah dan menimpa para pekerja yang berada di sekitar lokasi.
Longsoran membuat sejumlah penambang tertimbun material tanah. Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan menjadi kendala bagi tim SAR dan petugas gabungan dalam melakukan pencarian serta evakuasi korban.
Berdasarkan keterangan pemerintah desa setempat, aktivitas warga di kawasan tambang biasanya berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Namun, sejumlah korban dalam kejadian tersebut diketahui melakukan aktivitas penambangan pada malam hari, setelah menunaikan ibadah salat Isya.
Warga disebut telah menyadari bahwa kawasan pertambangan tersebut memiliki risiko bencana yang tinggi. Meski demikian, kondisi ekonomi dan kebutuhan untuk memenuhi kehidupan keluarga membuat sebagian warga tetap bekerja di lokasi tersebut.
Empat Jenazah Dibawa ke Rumah Sakit
Proses pencarian dan evakuasi korban dilakukan secara darurat hingga malam hari. Petugas harus menghadapi medan yang sulit serta material longsoran untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.
Empat korban meninggal dunia sempat dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Panua Pohuwato untuk mendapatkan penanganan medis sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Tangis histeris pecah ketika jenazah tiba di rumah duka. Kesedihan juga terlihat saat prosesi pemakaman berlangsung di tempat pemakaman umum (TPU) keluarga.
Duka keluarga semakin mendalam setelah salah satu korban yang meninggal dunia diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa.
Sementara itu, satu korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat telah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Polisi Masih Sisir Lokasi Tambang
Hingga kini, aparat kepolisian masih berada di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan identifikasi sekaligus menyisir area pertambangan untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material longsor.
Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan potensi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas di lapangan.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko keselamatan dalam aktivitas pertambangan emas tanpa izin, terutama di kawasan dengan kondisi tebing yang rawan longsor.
Aparat dan tim penyelamat masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan seluruh korban telah ditemukan dan proses evakuasi dapat diselesaikan.
(ameera/arrahmah.id)
