Lebih dari 300 warga Afghanistan melarikan diri ke Tajikistan

0 0

TAJIKISTAN (Arrahmah.com) – Setidaknya 347 pengungsi dari Afghanistan telah menyeberang ke negara Asia Tengah Tajikistan selama dua hari terakhir, melarikan diri dari kemajuan besar oleh pejuang Taliban saat pasukan asing mundur.

Badan informasi negara Khovar, mengutip penjaga perbatasan Tajikistan, mengatakan pada Rabu (14/7/2021) bahwa para pengungsi “melarikan diri dari Taliban untuk menyelamatkan hidup mereka”, menambahkan dua bayi meninggal selama penyeberangan perbatasan, lansir Al Jazeera.

Para pejuang dalam beberapa pekan terakhir telah membawa petak besar negara di bawah kendali mereka ketika pasukan asing ditarik.

Pada bulan Juni, mereka merebut perbatasan utama Afghanistan dengan Tajikistan, Shir Khan Bandar, di ujung utara Afghanistan sekitar 50 km (30 mil) dari kota Kunduz.

Pada Rabu, mereka mengklaim telah mengambil penyeberangan perbatasan strategis Spin Boldak di perbatasan dengan Pakistan.

Kementerian dalam negeri Afghanistan, bagaimanapun, bersikeras bahwa serangan kelompok bersenjata itu berhasil ditangkis dan pasukan pemerintah memiliki kendali.

Pengungsi Afghanistan

Tajikistan mengatakan para pengungsi, termasuk sekitar 64 anak laki-laki dan 113 perempuan, telah menyeberang dari provinsi Badakhshan Afghanistan, membawa serta ternak.

“Penjaga perbatasan Tajik, dipandu oleh prinsip-prinsip humanistik dan sikap bertetangga yang baik, mengizinkan pengungsi Afghanistan masuk,” ujar Khovar dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan kelompok warga Afghanistan ditampung di dua lokasi di wilayah pegunungan Murghab di timur negara bekas Soviet itu.

Penjaga perbatasan mengatakan mereka menyita lebih dari 3,5kg (7,7 pon) narkotika dari orang Afghanistan yang menyeberang ke Tajikistan.

Para pengungsi membawa ternak, antara lain 300 ekor yak, tiga ekor unta, dan 30 ekor kuda.

Penjaga perbatasan mengatakan situasi di sepanjang perbatasan bersama dengan Afghanistan terkendali.

Sebelumnya pada Rabu, utusan Kremlin untuk Tajikistan, Zamir Kabulov, mengatakan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti bahwa Moskow “memantau dengan cermat” situasi di perbatasan Afghanistan dengan negara-negara Asia Tengah.

Namun dia menambahkan bahwa Taliban menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan melancarkan serangan terhadap tetangga Afghanistan.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya