Kondisi Tidak Kondusif, Yordania Tutup Sementara Perbatasannya Dengan Suriah

0 177

AMMAN (Arrahmah.com) – Perbatasan Jaber antara Yordania dan Suriah ditutup sementara untuk pergerakan barang dan penumpang sebagai akibat dari perkembangan situasi keamanan di Suriah, lapor kantor berita Yordania Petra.

Dalam keterangan resmi mereka, dilansir Reuters (31/7/2021), dikatakan bahwa penyeberangan akan dibuka kembali jika kondisi sudah memungkinkan.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Yordania Mazen Al Faraya telah mengumumkan bahwa perbatasan itu akan dibuka penuh mulai 1 Agustus, setelah hampir 10 tahun ditutup. Namun karena meningkatnya kembali kekerasan di Suriah dan pandemi Covid-19, Yordania memilih menutup kembali.

Al Faraya mengatakan bahwa keputusan itu datang setelah arahan dari Perdana Menteri Bishr Khasawneh pasca kunjungan lapangannya ke perbatasan pada 8 Juli.

Serangkaian langkah-langkah baru telah diterapkan di perbatasan untuk meningkatkan lalu lintas penumpang dan barang antara Yordania dan Suriah, termasuk pembatalan protokol pengiriman ‘back-to-back’.

“Ini berarti bahwa truk-truk Suriah akan melanjutkan perjalanan mereka ke Arab Saudi dan negara-negara Teluk Arab lainnya tanpa lagi membutuhkan pengirim barang Yordania,” katanya.

Al Faraya menambahkan bahwa jumlah kedatangan melalui perbatasan akan ditingkatkan dan semua warga negara akan diizinkan meninggalkan Yordania melalui perbatasan tanpa persetujuan sebelumnya dari kementerian dalam negeri.

Pada April 2015, Yordania benar-benar menutup perbatasannya dengan Suriah sebagai akibat dari meningkatnya kekerasan di kota Nasib yang berbatasan dengan Suriah.

Dengan direbutnya kembali wilayah selatan dan berkibarkany bendera Suriah di Nasib, Yordania membuka kembali penyeberangan dengan Suriah pada Oktober 2018, tetapi hanya sebagian dan terbatas.

Menyusul pandemi Covid-19, otoritas Yordania akhirnya menutup satu-satunya pintu gerbang negara itu ke Suriah pada Agustus 2020.

Perbatasan Nasib adalah satu-satunya penyeberangan yang berfungsi antara Yordania dan Suriah dan dianggap jalur ekonomi penting bagi perdagangan Yordania, Suriah, dan Libanon. (hanoum/arramah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya