AS sebut Taliban bersikap profesional setelah izinkan penerbangan yang mengangkut warga asing keluar dari Afghanistan

0 641

KABUL (Arrahmah.com) – AS mengatakan Taliban bersikap profesional setelah mengeluarkan izin penerbangan pesawat yang mengangkut warga asing, termasuk warga Amerika, pada Kamis (9/9/2021).

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne mengatakan bahwa penerbangan Qatar Airways telah mendarat dengan selamat di Doha. Dia menambahkan itu menandai “langkah positif pertama” yang diambil oleh kelompok yang telah berperang dengan Amerika selama dua dekade.

“Taliban telah bekerja sama dalam memfasilitasi keberangkatan warga negara Amerika dan penduduk tetap yang sah dengan penerbangan charter dari HKIA,” kata Horne dalam sebuah pernyataan, mengacu pada Bandara Internasional Hamid Karzai.

“Kami akan melanjutkan upaya ini untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan tertib bagi warga Amerika, penduduk tetap yang sah, dan warga Afghanistan yang bekerja untuk kami dan ingin meninggalkan Afghanistan,” imbuh Horne, sebagaimana dilansir Anadolu.

Horne tidak merinci berapa jumlah orang yang ikut dalam penerbangan tersebut, namun sebuah laporan mengindikasikan jumlahnya sekitar 200 orang.

Penerbangan pada Kamis tersebut merupakan penerbangan pertama yang meninggalkan Kabul sejak negara-negara asing, termasuk Amerika, menyelesaikan misi evakuasi setelah Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus.

Sejak Taliban menguasai negara itu, banyak orang-orang, termasuk warga sipil yang bekerja dengan pasukan atau kelompok asing, berbondong-bondong menuju bandara Kabul untuk mencari jalan keluar dari Afghanistan karena takut akan pembalasan.

Namun, Taliban telah memberikan amnesti kepada warga Afghanistan yang dulu bergabung dengan pasukan atau kelompok asing, dan mengajak mereka untuk bersama-sama membangun Afghanistan agar menjadi negara yang lebih baik.

Menurut pemerintahan Biden, sekitar 6.000 warga Amerika dan penduduk tetap yang sah telah dievakuasi dari Afghanistan. Gedung Putih mematok jumlah mereka yang tetap berada di Afghanistan sekita 100 orang. (rafa/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya