MUI Ajak Masyarakat Berantas Pinjol Ilegal Lewat Lembaga Keuangan Syariah

0

JAKARTA (Arrahmah.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menyoroti fenomena pinjaman online atau pinjol ilegal yang marak di masyarakat.

Publik khususnya umat muslim pun diajak memberdayakan lembaga keuangan syariah demi memberantas pinjol ilegal.

Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional MUI, Setiawan Budi Utomo menyampaikan, salah satu bentuk lembaga keuangan syariah yang perlu didorong adalah lembaga keuangan syariah mikro.

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

“Lembaga keuangan mikro bisa menjadi solusi atas masalah pinjol ilegal,” tutur Setiawan dalam keterangan diskusi MUI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat (22/10), lansir Merdeka.com.

Setiawan mengatakan, lembaga keuangan syariah diharapkan dapat meluaskan jangkauannya ke berbagai lapisan masyarakat.

Terlebih, lanjutnya, ada lebih dari 200 juta muslim yang mestinya dapat membuat lembaga keuangan syariah lebih berkembang.

“Sekarang porsi perbankan syariah baru 6,5 persen dari keseluruhan perbankan nasional,” pungkasnya.

Ketua Bidang Ekonomi Syariah dan Halal MUI, Salahuddin Al Ayub menambahkan, Indonesia memiliki potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) yang bernilai hingga triliunan rupiah.

Hal ini dapat menjadi solusi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, alih-alih menggunakan pinjol ilegal.

“Potensi ini belum termanfaatkan sepenuhnya,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Badan Wakaf Indonesia dan BAZNAS memperkirakan setiap tahunnya Ziswaf baru terkumpul rata-rata Rp 80 triliun. Padahal, potensi ZIS bisa mencapai Rp 233 triliun dan wakaf paling sedikit Rp 180 triliun per tahun.

Sementara, berbagai lembaga penelitian hingga internasional pun mencatat bahwa warga Indonesia menjadi masyarakat yang paling dermawan.

Kondisi tersebut dinilai perlu dikelola dengan baik agar menjadi modal dalam upaya bangkit dari pandemi Covid-19.

“MUI telah mengeluarkan sejumlah fatwa untuk memanfaatkan Ziswaf dalam penanggulangan pandemi. MUI antara lain berfatwa bahwa dana yang terkumpul dari Ziswaf bisa dipakai untuk membeli alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi,” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah