Bukannya Ditangkap, Polisi Malah Tertawa Bersama Dengan Tokoh Hindu Radikal Penyeru Genosida Muslim

0

HARIDWAR (Arrahmah.com) — Tokoh-tokoh Hindu radikal yang terlibat pertemuan 3 hari yang menyeru genosida terhadap umat Islam India tertangkap kamera sedang tertawa dengan polisi ketika sedang mengajukan tuntutan.

Video yang viral ini sontak menimbulkan kecaman dari netizen, sebab polisi malah mendiamkan pelaku tindakan rasialis itu, ungkap NDTV (29/12/2021).

Reaksi semakin keras dari netizen, karena selain mengadukan ulama ke polisi, mereka pun mengatakan bahwa polisi “ada di pihak mereka”.

Pertemuan itu terjadi pada hari Selasa (28/12) ketika lima anggota ‘Dharma Sansad’ pergi ke kantor polisi Haridwar untuk mengajukan laporan adanya ulama dan pemuka Islam yang berkonspirasi melawan umat Hindu.

Nampak dalam video tersebut petugas polisi, Rakesh Kathait, berbicara dengan Prabodhanand Giri dari Hindu Raksha Sena, pendeta Yati Narasimhanand, Pooja Shakun Pandey alias ‘Sadhvi Annapurna’, Anand Swaroop, dan Waseem Rizwi alias Jitendra Narayan.

Semua orang yang berbicara di acara 3 hari di Haridwar itu mengajukan keluhan kepada polisi terkait Al Qur’an, ulama, dan kaum muslimin.

Jangan Lewatkan Besok Tayang !!!

Pooja Shakun Pandey alias ‘Sadhvi Annapurna’ kemudian memberi tahu petugas polisi bahwa dia harus “mengirim pesan bahwa dia tidak memihak” sambil menunjuk salinan pengaduan di tangannya.

“Anda adalah pejabat publik dan Anda harus memperlakukan semua orang secara setara. Itulah yang kami harapkan dari Anda. Semoga Anda selalu menang,” katanya.

Yati Narasimhanand, yang berdiri di samping petugas berkata, “Nishpaksh kyun? Ladka hamari taraf hoga (Mengapa tidak memihak? Dia akan berada di pihak kita)”, seketika itu ruangan dipenuhi dengan suara tawa.

Akibat komentar itu, banyak netizen mempertanyakan kenetralan polisi dalam kasus ujaran kebencian itu.

Acara pertemuan di Haridwar yang digelar pada 17-19 Desember menjadi perhatian warga India karena isinya menghasut dan juga menyerukan untuk membunuh anggota komunitas minoritas.

Selain umat Islam, mereka pun menyeru agar pemerintah distrik Haridwar agar tidak mengizinkan perayaan Natal di hotel dan tempat komersial di distrik tersebut. (hanoum/arrahmah.com)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi M. Jibriel