Munas HIPMI XVII: Pagi dibuka Jokowi, malamnya baku hantam

0

SOLO (Arrahmah.id) – Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang ketujuh belas digelar pada Senin (21/11/2022) di Solo, Jawa Tengah, diwarnai kericuhan. Sejumlah peserta yang mengenakan batik saling baku hantam di lokasi acara.

Dalam video yang beredar, kericuhan terjadi saat acara Munas sedang rehat. Terlihat pimpinan rapat masih berada di podium dan sedang berbicara, namun sejumlah peserta tiba-tiba maju ke panggung. Mereka sempat terlihat adu pendapat hingga akhirnya saling pukul.

Munas HIMPI sendiri digelar untuk memilih calon Ketua HIPMI yang baru karena ketua sebelumnya, Mardani Maming, menjadi tersangka kasus korupsi di KPK.

Kericuhan di Munas HIPMI diduga terjadi pada Senin (21/11) malam. Padahal, Senin paginya kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Presiden Jokowi.

Kericuhan pada jalananya Munas HIPMI ternyata bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada Munas HIPMI 2015 lalu juga sempat terjadi kericuhan. Aksi saling jotos pun terjadi. Pemicunya karena sesama peserta berebut mikrophon saat agenda pembacaan tata tertib.

Nikmati video-video rilisan Arrahmah.id dengan versi lengkap tanpa ada sensor dan pembatasan...

Sementara itu, Panitia Organizing Committee (OC) Munas XVII HIPMI 2022 menyebut kericuhan dalam Munas di Solo karena adanya kesalahpahaman personel antar peserta di luar rapat pleno.

“Kejadian pada Senin (21/22) malam disebabkan kesalahpahaman personel antar peserta Munas HIPMI yang terjadi di luar rapat pleno,” kata Ketua Panitia OC Munas XVII HIPMI 2022 M. Ali Affandi di Solo, pada Selasa (22/11) seperti dilansir ANTARA.

Menurut M. Ali Affandi, hal tersebut akibat peserta rapat kelelahan karena padatnya agenda Munas XVII sejak pagi hingga tengah malam.

“Kami panitia meminta maaf kepada masyarakat dan peserta Munas HIPMI atas kejadian yang terjadi semalam,” katanya. (rafa/arrahmah.id)

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Nikmati video-video rilisan Arrahmah.id dengan versi lengkap tanpa ada sensor dan pembatasan...