Memuat...

4 Serangan Udara Hantam Bandara Militer Abu al-Duhur di Idlib, Diduga Pesawat "Israel"

Samir Musa
Selasa, 18 Agustus 2026 / 6 Rabiulawal 1448 21:34
4 Serangan Udara Hantam Bandara Militer Abu al-Duhur di Idlib, Diduga Pesawat "Israel"
Bandara Abu al-Duhur di Idlib (Al Jazeera-Arsip)

IDLIB (Arrahmah.id) — Empat serangan udara menghantam landasan pacu Bandara Militer Abu al-Duhur di pedesaan timur Idlib, Suriah utara. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Dilansir dari Al Jazeera, korespondennya di Damaskus, Amr Halabi, melaporkan bahwa informasi mengenai serangan tersebut masih terbatas. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Suriah terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pesawat yang melancarkan serangan disebut tidak diketahui identitasnya. Namun, sejumlah sumber menduga serangan tersebut dilakukan oleh pesawat tempur "Israel".

Koresponden Al Jazeera lainnya, Suhaib al-Khalaf, mengatakan identitas pelaku masih belum dapat dipastikan. Menurutnya, pesawat tersebut memasuki wilayah udara Suriah melalui wilayah udara Lebanon sebelum melancarkan serangan ke sekitar bandara yang berada di kawasan antara Provinsi Aleppo dan Idlib.

Ia menjelaskan, Bandara Abu al-Duhur mengalami kerusakan besar selama bertahun-tahun konflik Suriah. Pasukan oposisi menguasai bandara tersebut pada 2015 setelah pertempuran dengan pasukan rezim Bashar al-Assad. Namun, pasukan rezim kembali merebutnya pada 2019.

Sejak itu, bandara tersebut tidak kembali beroperasi akibat kerusakan parah pada fasilitas dan infrastrukturnya.

Serangan terbaru ini menjadi serangan pertama yang menargetkan Bandara Abu al-Duhur sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad.

Diduga Memiliki Pola Serangan "Israel"

Al-Khalaf mengatakan karakter serangan tersebut memiliki kemiripan dengan pola serangan yang selama ini dikaitkan dengan militer "Israel", yakni menyasar fasilitas dan instalasi militer Suriah dengan tujuan melemahkan kemampuan militer.

"Israel" sebelumnya meningkatkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Suriah setelah jatuhnya rezim Assad. Target serangan antara lain berada di sekitar Damaskus, pesisir Suriah, Provinsi Homs, sejumlah bandara militer seperti Bandara al-Mazzeh, serta gudang senjata dan amunisi.

Namun, intensitas serangan tersebut kemudian sempat mengalami penurunan.

Persaingan Pengaruh Turki dan "Israel"

Akademisi dan analis politik Kamal Abdo menilai serangan terhadap Bandara Militer Abu al-Duhur dapat menjadi indikasi baru mengenai semakin tajamnya persaingan pengaruh antara Turki dan "Israel" di Suriah.

Menurut Abdo, wilayah Suriah utara merupakan salah satu kawasan yang selama ini menjadi wilayah pengaruh tradisional Turki. Ankara memiliki kehadiran militer di sejumlah lokasi di Idlib dan Aleppo, selain wilayah al-Hasakah, Ras al-Ain, dan Tal Abyad.

Dalam keterangannya kepada Al Jazeera, Abdo menilai serangan tersebut dapat dipahami sebagai pesan terutama kepada Ankara. Ia mengaitkannya dengan meningkatnya persaingan Turki dan "Israel" dalam dinamika politik serta keamanan Suriah.

Abdo juga menyoroti kekhawatiran "Israel" terhadap upaya Suriah mengembangkan kembali kemampuan militernya, khususnya kemampuan udara, serta meningkatnya hubungan militer dan politik antara Suriah dan Turki.

Selain itu, ia menyebut adanya kesepahaman antara Damaskus dan Moskow terkait Bandara Hmeimim dan Pelabuhan Tartus serta sejumlah kerja sama dengan Rusia.

Menurut Abdo, sejumlah kecil pesawat militer Suriah masih berada di Bandara Hmeimim karena dikhawatirkan menjadi sasaran jika dipindahkan ke bandara lain.

Ia menilai serangan baru oleh "Israel" sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Namun, yang menjadi perhatian adalah lokasi serangan kali ini berada di wilayah utara Suriah yang termasuk dalam lingkup pengaruh Turki.

Abdo menyebut serangan tersebut menunjukkan meningkatnya persaingan antara kedua pihak dan mencerminkan dugaan upaya "Israel" untuk mencegah munculnya penempatan militer Turki di luar wilayah yang saat ini menjadi basis kehadirannya.

Ia juga menilai "Israel" terus menjalankan strateginya di Suriah melalui kekuatan militer dan menolak anggapan bahwa Amerika Serikat telah memberikan "lampu merah" atau hak veto terhadap operasi militer tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Suriah belum mengumumkan identitas pihak yang melakukan serangan maupun memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.

(Samirmusa/arrahmah.id)