Memuat...

Pemerintah lemah Somalia melarang media menyebut nama Asy-Syabaab dalam pemberitaannya

Hanin Mazaya
Selasa, 5 Mei 2015 / 17 Rajab 1436 07:14
Pemerintah lemah Somalia melarang media menyebut nama Asy-Syabaab dalam pemberitaannya
Mujahidin Asy-Syabaab Somalia. (Foto: AP)

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Pemerintah lemah Somalia yang memerangi Mujahidin Asy-Syabaab selama bertahun-tahun, mengatakan kepada media untuk berhenti menyebut nama Asy-Syabaab dalam pemberitaan. Mereka ingin kelompok Mujahidin yang berjuang menerapkan syariat Islam di tanah Somalia ini disebut dengan "Ugus" singkatan dari kata-kata Somalia yang berarti "Kelompok yang Membantai Rakyat Somalia", lapor BBC pada Senin (4/5/2015).

Menanggapi hal tersebut, Mujahidin Asy-Syabaab yang yang berafiliasi dengan Al Qaeda dan mengontrol banyak pedesaan di wilayah Somalia selatan, mengatakan pemerintah boneka Somalia harus disebut dengan singkatan nama yang sama, Ugus.

Kepala intelijen dan badan keamanan Somalia, Jenderal Abdirahman Mohamud Turyare mengatakan kepada wartawan bahwa Asy- Syabaab yang berarti pemuda dalam bahasa Arab, merupakan nama yang baik.

"Kami seharusnya tidak membiarkan nama baik ini 'dikotori'. Musuh kami ini harus disebut Ugus," kalimnya.

Jenderal Turyare yang berbicara di markas kementerian informasi bagaimanapun tidak menyebutkan hukuman apa bagi siapa saja yang tidak mengindahkan larangan tersebut.

Ugus sendiri adalah singkatan dari Ururka Gumaadka Ummadda Soomaaliyeed.

Perang propagandaantara pemerintah boneka Somalia dan Asy-Syabaab telah berlangsung sejak 2009 ketika Asy-Syabaab menyatakan perang pada pemerintahan Sharif Ahmed.

Sebelumnya, pemerintah boneka Somalia telah menangkap wartawan dan menutup stasiun radio dengan tuduhan membahayakan keamanan nasional. (haninmazaya/arrahmah.com)