Memuat...

Penyelesaian Palestina, hanya dengan Khilafah dan Jihad

Oleh Ummu Kholda Pegiat Literasi
Rabu, 7 Januari 2026 / 18 Rajab 1447 16:43
Penyelesaian Palestina, hanya dengan Khilafah dan Jihad
(Foto: Anadolu)

Konflik Gaza, Palestina dengan Zionis Israel belum ada tanda-tanda akan berakhir. Zionis masih terus berambisi menggusur dan mencaplok wilayah Palestina. Di mana sebanyak 19 permukiman baru dibuka di Tepi Barat. Sementara itu, genosida, pelaparan Gaza, dan serangan pasca gencatan senjata seolah terlupakan. Padahal peristiwa itu telah merenggut ribuan nyawa, korban luka-luka hingga hancurnya harta benda mereka.

Tindakan tersebut sempat menuai reaksi, salah satunya dari Kementerian Luar Negeri Chile yang mengecam keputusan Zionis untuk mendirikan 19 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, sehingga merusak upaya untuk mengamankan perdamaian yang adil. (Antaranews.com, 27/12/2025)

Sebelumnya, pada September 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan 20 poin rencana perdamaian untuk menghentikan konflik berkepanjangan di Gaza, Palestina. Rencana ini diberi nama "Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict” atau rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza.

Dalam kesempatan tersebut, Trump menyebut hari pengumuman itu sebagai historic day for peace atau hari bersejarah bagi perdamaian. Netanyahu pun menilai rencana Trump dapat mendukung tujuan perang Israel dan memberikan harapan baru untuk mengakhiri pertumpahan darah di Gaza. Rencana perdamaian yang ditawarkan Trump memuat sejumlah poin, mulai dari penghentian perang, pembebasan sandera, hingga pembangunan kembali Gaza dengan dukungan dari komunitas internasional. (Antaranews.com,  3/10/2025)

 

Menghalalkan Segala Cara, Dunia Tak Berdaya

Poin-poin proposal yang ditawarkan Trump seolah angin segar padahal kejahatan terselubung untuk Gaza. Bahkan sebelumnya, Trump juga pernah menawarkan  solusi dua negara dan gencatan senjata sebagai langkah untuk perdamaian. Namun, jika ditelisik lebih dalam terkait proposal Trump memang ada beberapa hal yang patut diwaspadai. Karena proposal tersebut tidak hanya bicara soal rencana menjadikan Gaza sebagai kawasan bebas teror dengan demiliterisasi dan mencegah Zionis mencaplok Gaza, atau soal penyerahan sandera kedua belah pihak, atau soal mengalirnya kembali bantuan melalui PBB dan badan-badannya, atau juga soal membangun Gaza demi kepentingan rakyat.

Lebih dari itu proposal Trump justru lebih kental dengan upaya pemandulan spirit perjuangan rakyat Gaza dalam menentukan masa depan mereka dan masa depan Islam di tanah kaum muslim Palestina. Karena gambaran masa depan Gaza dalam proposal tersebut justru berada di bawah kepentingan Amerika dan para kapitalis dunia, terbukti dengan banyaknya keterlibatan mereka dalam proyek pembangunan dan investasi untuk mengubah wajah Gaza. Selain itu, proposal tersebut juga mengatur bahwa Gaza akan diperintah oleh pemerintahan transisi dari sebuah komite Palestina yang teknokrasi dan apolitis,  serta disupervisi oleh 'Dewan Perdamaian' yang diketuai oleh Donald J. Trump.

Itu sebagian proposal Trump yang dinarasikan sebagai solusi untuk menciptakan perdamaian di Palestina. Tapi jika dicermati poin-poin lainnya tampak bahwa rencana ini sebenarnya adalah rencana Netanyahu yang diartikulasikan oleh Trump, sekaligus upaya Trump untuk segera merealisasikan ambisinya. Bahkan tampak pula bahwa proposal tersebut akan segera mereka gunakan sebagai pukulan terakhir bagi pejuang dan rakyat Gaza agar segera tunduk pada keinginan mereka.

Inilah bentuk konspirasi jahat Trump dengan Zionis yang ingin menguasai Gaza. Mereka menempuh segala cara untuk merampas dan menguasai tanah kaum muslimin Palestina. Terbaru, kelompok pemukim ilegal Zionis melancarkan serangannya terhadap aset ekonomi warga Palestina di Tepi Barat. Mereka secara sewenang-wenang menganiaya pekerja Palestina dan mencuri sedikitnya 150 ekor domba penggembala warga setempat. Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah mereka. (CNN Indonesia, 26/12/2025)

Dari sini tampak jelas kebencian Zionis terhadap Islam dan kaum muslimin di Palestina, sehingga mereka tak henti-hentinya terus melancarkan aksi mengusir dan genosida warga Gaza. Sayangnya, dunia justru bungkam dan hanya menjadi penonton setia atas kebiadaban Zionis membuat kerusakan dan genosida rakyat Gaza, Palestina. Hal ini karena dunia sudah terlalu kuat menggenggam ideologi kapitalisme buatan manusia, sehingga tega membiarkan genosida di Gaza. Sifat individualis juga sudah tertanam di benak para pemimpin negeri-negeri muslim, mereka menganggap urusan Palestina adalah urusan dalam negerinya sehingga tidak mau turut campur. Mereka malah bergandengan tangan, bekerja sama dengan negara adidaya pendukung Zionis. Oleh karena itu, warga Gaza tidak akan lepas dari kebiadaban Zionis, ketika para penguasa Islam juga tidak peduli, karena sistem kapitalisme dengan prinsip nasionalismenya, hanya peduli pada negerinya sendiri.

 

Islam  Solusi Tuntas Krisis Gaza

Kejahatan Zionis Israel, sejatinya bukan hal yang baru kita dengar. Dalam Al-Quran Allah Swt. telah mengingatkan kepada kaum muslimin bagaimana sifat orang-orang Yahudi Yang senantiasa membuat kerusakan dalam surah Al-Isra ayat 4 yang artinya: "Dan kami tetapkan kepada Bani Israil dalam kitab itu, "Kamu pasti akan berbuat kerusakan  di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa sifat Yahudi memang selalu membuat kerusakan, belum lagi sifat liciknya, sehingga kaum muslimin harus tetap waspada pada janji-janjinya. Terlebih, ajaran Islam telah melarang kamu muslim untuk berwala' atau menjadikannya pemimpin, pelindung bahkan teman setia kepada orang kafir, Yahudi, dan Nasrani.

Sebaliknya, umat Islam harus mengikuti Rasulullah saw. yakni tegas kepada negara kafir yang memusuhi Islam dan pengkhianat perjanjian. Terlebih kepada Zionis Yahudi yang statusnya sebagai kafir harbi fi'lan, seperti Amerika Serikat dan sekutunya. Artinya mereka secara nyata memerangi kaum muslim khususnya Palestina. Maka, terhadap mereka kaum muslim harus tegas dan keras, bukan malah bersikap manis dan lemah lembut.

Tersebab itu, umat muslim tidak seharusnya menggantungkan harapan kepada Barat terlebih AS, karena merekalah justru penyebab masalah Palestina tidak kunjung terselesaikan. Umat harus yakin pasti ada jalan untuk menyelesaikan masalah Palestina, yakni tegaknya khilafah dan aktivitas jihad memerangi Zionis laknatullah. Karena hanya khilafah yang mampu menghadirkan pemimpin yang akan mengomandoi pasukan untuk berjihad, perang melawan dan mengusir penjajah Zionis dari tanah kaum muslimin.

Inilah satu-satunya cara yang harus ditempuh kaum muslimin, dengan memperjuangkan sistem Islam, sistem shahih yang akan menerapkan seluruh aturan Allah termasuk masalah jihad membela kaum muslim. Namun sistem ini tidak akan tegak begitu saja, akan tetapi harus diperjuangkan bersama dengan kelompok dakwah Islam ideologis yang akan mengantarkan kepada tegaknya aturan Islam secara kafah (menyeluruh).

Wallahu a'lam bis shawwab

Editor: Hanin Mazaya

PalestinaGaza